Jerman terbuka grand prix

Andre tak Berdaya, Tersingkir di Babak Kedua

Kompas.com - 04/03/2010, 17:36 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Tunggal putra Indonesia Andre Kurniawan Tedjono, gagal melanjutkan kiprahnya di ajang Jerman Terbuka Grand Prix. Pada pertandingan babak kedua di RWE-Sporthalle, Kamis (4/3/10), pemain PB Djarum Kudus tersebut tak berdaya menghadapi unggulan ketiga dari Malaysia Wong Choong Hann sehingga menyerah dua set langsung 14-21, 10-21.

Dengan demikian, hanya tinggal satu wakil Indonesia di turnamen berhadiah 80.000 dollar tersebut, yaitu tunggal putri Fransiska Ratnasari. Tetapi, Fransiska yang baru akan bermain malam nanti, juga bakal menghadapi tantangan sangat besar lantaran bertemu unggulan utama dari China, Wang Lin.

Sepanjang duel selama 27 menit ini, Andre benar-benar "tenggelam" karena dia tidak pernah memimpin perolehan poin. Pada set pertama, mantan pemain Pelatnas Cipayung tersebut hanya sempat menyamakan skor pada kedudukan 10-10, 11-11 dan 12-12, sebelum ditinggalkan Choong Hann hingga menang 21-14.

Di set kedua, Andre hanya mampu memberikan perlawanan maksimal di tiga angka pertama ketika terjadi kejar-mengejar poin. Tetapi selepas skor 3-3, Choong Hann melesat dengan perolehan tujuh poin beruntun untuk unggul 12-4, sebelum mengakhirinya dengan skor 21-10.

Dengan keberhasilan ini, Choong Hann maju ke perempat final. Di babak delapan besar nanti, Jumat (5/3/10), dia akan bertemu dengan pemenang antara unggulan 11 dari India Kashyap Parupalli versus pemain Swedia, Henri Hurskainen.

Pada turnamen ini, Indonesia hanya memiliki empat wakil, dengan tiga di antaranya merupakan pemain PB Djarum Kudus. Tetapi, hanya dua pemain yang lolos ke babak kedua, yaitu Andre dan Fransiska, setelah kemarin tunggal putra Andreas Adityawarman dan Ardiansyah Putra yang tampil di nomor ganda (berpasangan dengan pemain Jerman Dharma Gunawi), langsung gugur di babak pertama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau