JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menyayangkan kehadiran Pelaksana Tugas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Tumpak Hatorangan Panggabean saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan laporan harta kekayaannya.
Ray, yang juga salah seorang aktivis yang bergabung dalam Gerakan Indonesia Bersih, kepada Persda Network, Jumat (5/3/2010), menyatakan, kehadiran KPK seperti memberikan indikasi tidak setara. ”Amat disayangkan kehadiran Tumpak Panggabean dalam pengumuman harta kekayaan Presiden Yudhoyono di Istana Negara. Sebagai lembaga independen, kehadiran Tumpak seperti memberi indikasi tidak setara,” kata Ray Rangkuti.
”Sejatinya, Presiden-lah yang datang langsung ke Kantor KPK untuk menyerahkan laporan daftar kekayaannya dan bukan sebaliknya. Tindakan ini bukan kali yang pertama. Pada peristiwa lain, Tumpak juga pernah dikabarkan datang pada satu rapat yang berujung pada pembatalan rapat tersebut,” katanya lagi.
Dengan begitu, Ray menegaskan, ada kesan Tumpak Hatorangan Panggabean seolah tengah mencari dukungan dari Presiden Yudhoyono terkait dengan ditolaknya perppu pengangkatan dirinya oleh DPR. Tindakan Tumpak ini, katanya lagi, dapat berakibat buruk pada institusi KPK secara menyeluruh.
”Sebab, akan muncul dugaan KPK tidak akan netral, khususnya terkait dengan penyelidikan kasus Bank Century. Dengan tindakan ceroboh ini, Tumpak seakan memberi basis legitimasi tambahan bagi rekomendasi DPR untuk segera mengganti Tumpak sebagai salah satu unsur pimpinan KPK,” ujar Ray Rangkuti.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang