DUSHANBE, KOMPAS.com - Partai Presiden Emomali Rakhmon yang berkuasa di Tajikistan memperoleh 54 dari 63 kursi parlemen dalam pemilihan akhir pekan lalu. Para pengamat internasional katakan, pemilihan itu telah dinodai dengan kecurangan, Jumat (5/3/2010).
Oposisi Islam Tajikistan memperingatkan, mereka dapat mengadakan demonstrasi jalanan karena tuduhan kecurangan itu, yang meningkatkan ketegangan di negara yang berbatasan dengan Afganistan yang dirusak perang. "Partai Demokratik Rakyat Tajikistan memperoleh 54 dari 63 kursi di parlemen, atau 70,6 persen suara," kata ketua komisi pemilihan pusat Tajikistan Mirzoali Boltuyev.
Sebelumnya, beberapa pejabat mengatakan partai itu memperoleh 45 kursi, sementara sembilan kursi independen diberikan kepada para pemimpin setempat yang dianggap setia pada presiden tersebut.
Pada Jumat, komisi pemilihan mengatakan kesembilan kursi itu diberikan pada partai Rakhmon, membuat semua kursi partai tersebut menjadi 54.
Partai Kelahiran Kembali Islam yang beroposisi menerima dua kursi, tiba di tempat kedua dengan 8,1 persen suara, kata Boltuyev.
Tiga partai kecil menerima enam kursi, sementara kursi ke-63 dan terakhir akan dipenuhi setelah pemilihan putaran kedua pada 14 Maret.
Kedatangan pemilih resmi sebesar 90,3 persen, kata Boltuyev, yang negaranya tak pernag mengadakan pemilihan yang dinilai demokratis oleh para pengamat pemilihan Barat.
Tajikistan, negara Asia Tengah miskin dan bergunung-gunung yang diperintah oleh Rakhmon sejak negara itu memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada 1991, telah bekerja sama dengan operasi militer pimpinan-AS di Afganistan.