Partai Berkuasa Menangi Pemilihan Parlemen Tajikistan

Kompas.com - 06/03/2010, 02:19 WIB

DUSHANBE, KOMPAS.com - Partai Presiden Emomali Rakhmon yang berkuasa di Tajikistan memperoleh 54 dari 63 kursi parlemen dalam pemilihan akhir pekan lalu. Para pengamat internasional katakan, pemilihan itu telah dinodai dengan kecurangan, Jumat (5/3/2010).
   
Oposisi Islam Tajikistan memperingatkan, mereka dapat mengadakan demonstrasi jalanan karena tuduhan kecurangan itu, yang meningkatkan ketegangan di negara yang berbatasan dengan Afganistan yang dirusak perang. "Partai Demokratik Rakyat Tajikistan memperoleh 54 dari 63 kursi di parlemen, atau 70,6 persen suara," kata ketua komisi pemilihan pusat Tajikistan Mirzoali Boltuyev.
   
Sebelumnya, beberapa pejabat mengatakan partai itu memperoleh 45 kursi, sementara sembilan kursi independen diberikan kepada para pemimpin setempat yang dianggap setia pada presiden tersebut.
   
Pada Jumat, komisi pemilihan mengatakan kesembilan kursi itu diberikan pada partai Rakhmon, membuat semua kursi partai tersebut menjadi 54.
   
Partai Kelahiran Kembali Islam yang beroposisi menerima dua kursi, tiba di tempat kedua dengan 8,1 persen suara, kata Boltuyev.
   
Tiga partai kecil menerima enam kursi, sementara kursi ke-63 dan terakhir akan dipenuhi setelah pemilihan putaran kedua pada 14 Maret.
   
Kedatangan pemilih resmi sebesar 90,3 persen, kata Boltuyev, yang negaranya tak pernag mengadakan pemilihan yang dinilai demokratis oleh para pengamat pemilihan Barat.
   
Tajikistan, negara Asia Tengah miskin dan bergunung-gunung yang diperintah oleh Rakhmon sejak negara itu memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada 1991, telah bekerja sama dengan operasi militer pimpinan-AS di Afganistan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau