LONDON, KOMPAS.com - Gelandang Frank Lampard dan bek John Terry, menciptakan gol dan assist yang menentukan kemenangan Chelsea 2-0 atas Stoke City di perempat final Piala FA, di Stamford Bridge, Minggu (7/3/2010).
Hasil itu cukup melegakan Chelsea, mengingat mereka sempat tertekan di awal-awal laga. Dalam sepuluh menit pertama, misalnya, mereka nyaris kebobolan sebanyak tiga kali, tanpa sekalipun menciptakan ancaman. Untungnya, buruknya eksekusi Mamady Sidibe atau aksi penyelamatan gemilang Henrique Hilario membuat gawang Chelsea tetap aman.
Memasuki menit kesebelas, performa Chelsea membaik. Namun, mereka harus menunggu hingga menit ke-33 untuk melihat serangan mereka betul-betul membahayakan lawan. Saat itu, Florent Malouda berhasil masuk kotak penalti Stoke. Namun, belum sempat melakukan eksekusi, lajunya dijegal Abdoulaye Faye.
Wasit Martin Atkinson menyatakan gol itu bukan pelanggaran. Permainan pun jalan terus.
Meski kecewa, Chelsea melanjutkan tekanan mereka. Ketekunan mereka akhirnya berbuah gol dari kaki Lampard di menit ke-35. Memanfaatkan umpan John Terry, Lampard melepas tendangan dari luar kotak penalti yang melesat masuk ke tengah gawang Thomas Sorensen.
Gol itu mengembalikan kewaspadaan Stoke. Mereka pun kembali menggenjot serangan. Namun, Chelsea yang tak mau kehilangan tiket semifinal, berhasil mempertahankan dominasinya. Sayang, hingga peluit turun minum berbunyi, skor 1-0 tak berubah.
Memasuki babak kedua, Stoke kembali berusaha mengambil inisiatif menyerang. Namun, Chelsea berhasil mengatasinya dan segera membalik situasi.
Meski begitu, tetap tak mudah bagi Chelsea untuk membobol gawang Sorensen. Sejumlah usaha eksekusi kandas membentur tubuh pemain Stoke atau bahkan mentah di tangan Sorensen.
Pada menit ke-67, misalnya, Nicolas Anelka yang berada di depan gawang Stoke, berhasil menanduk umpan Didier Drogba tepat ke tengah gawang Stoke. Namun, bola membentur bek Stoke, Andy Wilkinson dan melahirkan sepak pojok.
Dari tendangan sudut itu, Chelsea juga nyaris menambah keunggulan melalui Alex. Namun, sundulannya kembali membentur tubuh Wilkinson dan melahirkan sepak pojok kedua.
Kali ini, Lampard yang dipercaya mengeksekusi hadiah, mengirim bola langsung ke tengah kotak penalti. Terry kemudian menanduk bola, yang kali ini masuk ke gawang Sorensen, setelah sempat membentur Wilkinson.
Tak mau terus jadi bulan-bulanan Chelsea, Stoke mencoba bangkit dengan menggandakan serangan. Mereka pun berhasil memberikan tekanan berarti kepada Chelsea. Hanya saja, soliditas lini belakang "The Blues" dan buruknya koordinasi lini depan Stoke, membuat upaya mereka nyaris tak mengancam gawang Hilario.
Sementara itu, meski cukup terdesak, Chelsea selalu berusaha mengalirkan serangan cepat setiap kali berhasil menguasai bola. Namun, Stoke ternyata cukup cerdas membaca permainan dan mampu mematahkan serangan Chelsea di tengah jalan.
Pertandingan berlangsung alot dan tanpa solusi hingga akhir laga. Skor 2-0 untuk tuan rumah bertahan hingga akhir laga. (*)
Susunan pemain:
Chelsea: Hilario; Terry, Ferreira, Alex, Ivanovic; Lampard, Malouda, Obi; Anelka, Drogba, Kalou
Stoke: Sorensen; Wilkinson, Huth, Collins, Faye; Whelan, Whitehead, Delap, Tuncay (Lawrence 62); Fuller, Sidibe (Kitson 61)