JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR Marzuki Alie mengaku prihatin dengan bentrokan antar aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan pihak kepolisian dalam aksi yang berakhir anarkis di Makassar, pekan lalu. Ricuhnya aksi ini, menyebabkan aksi protes oleh HMI di beberapa kota.
"Kita harus prihatin bahwa demo-demo sering berujung anarkisme. Bisa juga dari yang berdemo atau ada provokator. Saya mengimbau kepada teman-teman HMI tahan diri. Kalau demo, sampaikan aspirasi dengan sebaik-baiknya. Bagaimana aspirasi tersampaikan kalau aksi tidak kondusif," kata Marzuki, Senin (8/3/2010), di Gedung DPR, Jakarta.
Kasus bentrokan ini, diharapkannya tak diperbesar dan diselesaikan dengan kepala dingin. "Karena sudah terjadi, bicara dengan kepala dingin, jangan dibesar-besarkan. Tidak baik untuk pemerintah yang sedang bekerja keras untuk kepentingan masyarakat. Aksi demo jangan melebihi kepatutan dan kepantasan," ujarnya.
"Saya juga kasihan lho melihat polisi dilempari bom molotov, batu. Mereka seolah tidak berdaya. Saya meminta, para demonstran juga menghormati petugas," lanjut Marzuki. Kepada pihak kepolisian, Marzuki juga mengharapkan, agar tak menunjukkan reaksi berlebihan menghadapi sejumlah aksi di Tanah Air.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang