Kapolri: Tersangka Terorisme Aceh 21 Orang

Kompas.com - 08/03/2010, 17:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Polri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengatakan, jumlah tersangka terorisme di Nanggroe Aceh Darussalam yang kini diamankan Kepolisian telah mencapai 21 orang.

Namun, Kapolri enggan merinci peran dan lokasi penangkapan ke-21 tersangka ini. Terkait pemasok senjata api ke jaringan terorisme di Aceh, Kapolri mengatakan saat ini pihaknya tengah menindaklanjutinya.

"Pasokan senjata apinya dalam proses penyidikan, tersangkanya sudah tertangkap. Nanti lengkap kita kasih tahu," ujarnya kepada para wartawan, Senin (8/3/2010) di depan Istana Negara, Jakarta.

Ditegaskan Kapolri, tidak ada keterlibatan negara asing, seperti Malaysia, dalam aksi terorisme yang telah menewaskan lima anggota Polri tersebut. Kapolri juga menepis bahwa senjata api yang digunakan kelompok tersebut dipasok dari Mindanao, Filipina.

Terkait munculnya situs Al-Qaeda, Kapolri mengatakan, "Nanti semuanya kita jelaskan pada saatnya. Siapa ini nanti, rangkaian kegiatan ini bukan hanya di satu tempat, nanti semua lengkap kita berikan. Jadi tolong bantu."

Sementara itu, Senin pagi tadi, Kapolri mengatakan, hingga saat ini Kepolisian telah menangkap 19 orang yang diduga anggota teroris yang mana tiga di antaranya tewas. Empat belas orang di antaranya ditangkap saat penyergapan di Lamkabeu, dan dua orang lainnya, yang diduga pemasok senjata api, ditangkap di Jakarta dan Jawa Barat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau