JAKARTA, KOMPAS.com- Sukses menjalankan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri membuat pemerintah Mongolia akan melanjutkan program tersebut. Kali ini mereka akan belajar pola desentralisasi yang diterapkan PNPM Mandiri.
Dalam jumpa pers di kantor Menko Kesra Jakarta, Senin (8/3/2010), PNPM Support Facility, Citra I Lestari, menyatakan, di Mongolia PNPM diberi nama Sustainable Livelihood Project (SLP).
"SLP sudah dilakukan sejak tahun 2002 dan berhasil. Oleh karena itu, Mongolia berniat untuk menjalankan program tersebut untuk 2008-2012," kata Lestari berkait dengan kunjungan Deputi Menko Kesra bidang Penanggulangan Kemiskinan selaku Ketua Pelaksana Tim Pengendali PNPM Mandiri, Sujana Royat, Direktur SLP, Adiya Khashtsetseg, dan Utusan Bank Dunia China & Mongolia, Andrew Goodland.
Tujuan utama kunjungan kedua ini adalah untuk mempelajari pola desentralisasi yang diterapkan PNPM Mandiri di Indonesia.
Kunjungan pertama Mongolia dilakukan pada November tahun lalu ke Boyolali dan Sragen. "Sekarang, mereka akan ke Bali. Karena program ini berjalan baik di Bali." tutur Lestari.
Sebab, selama ini SLP di Mongolia masih mengambil dana dari pusat, bukan dana mandiri dari wilayah yang menjalankan program tersebut. Program yang sukses dijalankan pada periode 2002-2007 ini menghabiskan dana 23 juta dollar AS. Sedangkan untuk periode 2008-2012 dianggarkan 55 juta dollar AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang