Mundurnya Pasangan Denmark Untungkan Fran/Pia

Kompas.com - 09/03/2010, 15:38 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Mundurnya unggulan lima asal Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen seharusnya memperingan langkah pasangan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah pada turnamen Super series All England.
   
"Saya tidak mau berpikir terlalu jauh, satu-persatu saja. Tetapi calon lawan-lawan kami memang jadi lebih ringan," ujar Fran yang dihubungi di Jakarta, Selasa.
  
Oleh pelatih Richard Mainaky, Fran/Pia diharapkan mampu mengalahkan pemain-pemain unggulan dalam turnamen yang digelar di National Indoor Arena, Birmingham itu.
   
Pasangan Denmark itu menarik diri dari turnamen bulu tangkis tertua dan paling bergengsi yang berlangsung 9-14 Maret tersebut karena Fischer Nielsen cedera.
   
Fran/Pia berpeluang bertemu juara Denmark Super Series itu pada putaran kedua, namun karena Fischer Nielsen cedera posisi mereka digantikan pasangan Bulgaria Stiliyan Makarski/Diana Dimova yang mendapat promosi dari babak kualifikasi.
   
All England adalah turnamen Super Series kelima bagi Fran/Pia dengan hasil terbaik dicapai di Hong Kong tahun lalu ketika langkah mereka dihentikan pasangan Hendra AG/Vita Marissa di perempatfinal.
   
Pasangan tersebut sebelumnya menyisihkan unggulan pertama sekaligus juara Olimpiade Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung asal Korea Selatan, untuk maju ke babak delapan besar.
   
Ganda campuran peringkat 17 dunia yang diharapkan dapat memperkuat tim Asian Games Indonesia itu akan mengawali langkah mereka di Birmingham dengan melawan pasangan Inggris Anthony Clark/Heather Olver, Rabu (10/3).
   
Jika berhasil melalui putaran pertama dengan baik, selanjutnya mereka bertemu salah satu di antara pasangan Taiwan Lee Sheng Mu/Chien Yu Chin --yang pernah mereka kalahkan di Hong Kong-- atau pasangan Bulgaria Makarski/Dimova untuk memperebutkan tempat di perempatfinal.
   
Pada babak delapan besar, mereka berpeluang mengulangi perjumpaan dengan juara Olimpiade Beijing Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung dari Korea Selatan yang menjadi unggulan ketiga.
   
Sementara itu, peraih medali perunggu tunggal putri Olimpiade, Maria Kristin yang seharusnya tampil pada babak kualifikasi, Selasa, batal berangkat karena kakeknya meninggal. Dengan demikian tidak ada pemain Indonesia yang mengawali turnamen dari babak kualifikasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau