Gelandang Arsenal, Samir Nasri, memiliki beban berat hingga beberapa pekan mendatang. Anak imigran Aljazair ini begitu ingin dipilih Raymond Domenech agar bisa memperkuat tim nasional Perancis pada Piala Dunia 2010.
Tentu saja, tidak ada pilihan buat Nasri, selain memamerkan kemampuan terbaiknya kepada Domenech selama pekan-pekan terakhir Liga Primer dan tentunya pada babak-babak terakhir Liga Champions.
Kinerja Arsenal saat membantai FC Porto 5-0 pada babak 16 besar Liga Champions, Selasa (9/3), rasanya bisa dilihat dalam perspektif tersebut. Di tengah ketidakhadiran Cesc Fabregas, Nasri mengerahkan kemampuan terbaiknya selama 90 menit melawan Porto.
Hasilnya, ia menyumbangkan gol yang sangat mengesankan. Gol ini terjadi setelah Nasri mengecoh tiga bek Porto. Setelah meliuk-liuk di kotak penalti lawan, Nasri lalu menendang bola dari sudut yang sangat sulit.
Tidak cukup itu. Assist Nasri juga membantu Nicklas Bendtner mencetak tiga gol selama laga. Satu gol lagi dipersembahkan oleh Emmanuel Eboue.
Tampil di pentas sebesar Liga Champions dan menggantikan posisi Fabregas yang absen seperti memberikan energi besar kepada Nasri untuk tampil habis-habisan. Konon, ia sebenarnya lebih cocok dengan posisi yang ditempatinya saat menghadapi Porto itu.
Dalam laga di Stadion Emirates tersebut, Nasri mempertontonkan mengapa dirinya dijuluki ”New Zizou” saat masih bermain di klub Marseille (2004-2008).
”Saya tidak diikutkan saat Perancis dikalahkan Spanyol pada pekan lalu. Saya belum pernah berbicara dengan Raymond Domenech akhir-akhir ini, tetapi saya tahu apa yang harus saya lakukan agar bisa bergabung dengan tim Piala Dunia,” kata Nasri yang lahir di Marseille pada 26 Juni 1987.
Sejumlah kritik menghampiri Nasri beberapa waktu belakangan. Namun, Nasri berhasil memanfaatkan absennya Fabregas dengan baik. Nasri memperlihatkan bahwa dirinya bisa memberi pengaruh besar kepada seluruh tim.
Gelandang bertahan Arsenal, Denilson, pun tanpa ragu memuji Nasri. ”Tidak masalah siapa yang bermain. Samir datang dan bermain di posisi Fabregas. Ia menunjukkan bahwa dirinya sangat penting bagi kami semua,” kata Denilson.
Nasri, yang sempat harus berjuang memperbaiki kinerja akibat cedera pada pramusim, yakin bisa memberikan kontribusi penting bagi timnas Perancis.
”Kalau saya bekerja dengan tim untuk memenangi trofi, lihat saja nanti hasilnya,” ujarnya.