New CR-V, Tes Sekaligus Menyaksikan Mahakarya Leluhur Indonesia

Kompas.com - 12/03/2010, 14:27 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Kendati sudah cukup banyak ulasan tentang New CR-V, termasuk tes, PT Honda Prospect Motor (HPM) masih menginginkan wartawan merasakan lebih jauh kemampuan SUV medium terlaku di Indonesia ini.

Karena itulah, selama dua hari, (10 dan 11 Maret), dengan tema "The Urban Nature Test Drive", HPM mengajak 30 wartawan dari 24 media Jakarta mengendarai dan merasakan langsung New CR-V 2,4 liter dan transmisi otomatis dengan rute Semarang-Ambarawa-Magelang-Borobudur-Amanjiwo-Yogyakarta. Rute wisata dengan salah satu obyek mahakarya leluhur Indonesia, Borobodur.

Hanya "D"
Tak kalah menarik, wartawan juga merasakan kombinasi kemewahan dan arsitektur Hotel Amanjiwo yang meniru Borobudur dengan udara segar lembah dan pegunungan. Bagi Honda, hal ini sekaligus membuktikan bahwa New CR-V bukan hanya cocok untuk nampang bagi orang kota, melainkan juga kendaraan rekreasi keluarga.

Setiap mobil berisi tiga orang dan harus bergantian di belakang setir dengan jarak total perjalanan 157 km. Jujur saja, wartawan tidak bisa mengeksploitasi "kehebatan" mobil secara maksimal. Di samping itu, juga harus mengikuti konvoi.

Kompas.com yang berada di belakang setir pada tahap pertama, Semarang dan perkebunan kopi Losari, hanya mengamati karakteristik SUV ketika meluncur di tanjakan, turunan, dan tikungan dari mobil ini. Selama itu pula, transmisi tetap pada posisi "D". Bahkan, ketika dua rekan lain dari Koran Tempo dan Bisnis Indonesia berada di belakang kemudi, juga tetap menggunakan gigi D.

Saat meluncur di tanjakan, kemampuan mesin oke! Stabilitas tikungan dan saat berhenti mendadak baik. Suspensi terasa keras bila jalanan "keriting" dan menyenangkan pada permukaan jalan mulus.

Kemewahan interior
Dengan warna beige atau krim, interior CR-V baru ini memberikan kesan mewah dan ceria. Ada kenyamanan khusus buat pengemudi, jok disetel dengan menekan tombol (elektrik), baik posisi maju mundur, ketinggian, dan kemiringan sandaran. Mantap! Hebatnya, seluruh jok dilengkapi dengan sandaran. Door trim juga oke dengan penampilan dua warna, beige dan gelap, berkesan mewah.

Suasana interior hening ketika seluruh kaca pintu dan pintu ditutup. Suara dan getaran mesin sangat minim. Benar-benar menyenangkan, SUV bergaya kupe. Bukti kualitas akustik interior yang hebat dan berkualitas tinggi.

Layar sentuh
Setelah duduk manis sebagai penumpang depan—kursi dilengkapi dengan sandaran tangan—Kompas.com menguji fitur audio terbaru mobil ini. Menurut Honda, ini produk pertama mereka yang menggunakan head unit 2DIN dengan layar sentuh. Dijelaskan pula, head unit bisa dihubungkan ke iPod melalui interface USB dan bluetooth.

Memang mengasyikkan mencoba fitur audio bermerek Kenwood. Namun, setelah coba dihubungkan dengan iPod Touch (sengaja dipersiapkan Kompas.com) melalui kabel USB yang telah disediakan, tampak ada yang masih kurang beres. Head unit cuma mengeluarkan tulisan "Reading...." Suara audio atau musik dari iPod tidak bisa keluar.

Ketika hal tersebut dibicarakan dengan Joseph Agus, dari bagian pemasaran HPM, ternyata fitur tersebut belum dipelajari dengan detail. Hanya diinformasikan bahwa harus menggunakan interface tambahan yang khusus.

Keesokannya, bersama dengan Kompas.com, Joseph dan rekan mencoba fitur iPod pada dua unit CR-V. Setelah melakukan segala upaya, akhirnya diputuskan unit audio-video Kenwood belum bekerja sama dengan iPod dan BlackBerry. Hal tersebut diakui oleh Jonfis Fandy yang segera menyelesaikan masalah tersebut. Padahal, sistem entertainment standar CR-V termasuk hebat, bisa menayangkan video dengan format DVD plus sistem suara DTS.

Penumpang belakang
Dengan posisi sedikit lebih tinggi, penumpang belakang terasa nyaman. Apalagi, di tengah ada sandaran tangan dengan dua tempat minuman. Ya, Kompas.com pun menjadi penumpang pada jarak pendek dengan permukaan jalan mulus, yaitu dari Hotel Amanjiwo sampai ke Yogyakarta.

Fitur yang dibanggakan dan dijadikan sebagai senjata andalan adalah bagasi yang sangat luas dan pintu belakang yang bisa dibuka setinggi 175 cm. Hebatnya lagi, gagang atau pegangan untuk membuka bagasi seakan menyatu dengan bumper belakang. Padahal, keduanya terpisah!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau