Umat Hindu Mataram Akan Pawai "Ogoh-ogoh"

Kompas.com - 13/03/2010, 12:27 WIB

MATARAM, KOMPAS.com — Umat Hindu di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan menggelar pawai ogoh-ogoh atau boneka besar berwajah menyeramkan sebagai simbol keburukan dalam rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1932.

Ketua Panitia Peringatan Hari Besar Hindu (PHBH) Kota Mataram I Gede Aryadi di Mataram, Jumat, mengatakan, pawai ogoh-ogoh yang rencananya diikuti sekitar 150 hingga 160 peserta itu akan dilaksanakan Senin (15/3/2010), kemudian dilanjutkan dengan upacara Tawur Kesanga.

"Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1932 seluruh banjar di Kota Mataram sudah siap melaksanakan pawai ogoh-ogoh, acara mengarak boneka besar berbentuk makhluk menyeramkan itu akan diikuti sekitar 150-160 peserta dari seluruh banjar," ujarnya.

Ia mengatakan, pembuatan ogoh-ogoh yang membutuhkan biaya jutaan rupiah itu sebagian besar dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, demikian juga proses pembuatannya dilakukan bersama.

Dalam kepercayaan Hindu Dharma, kata dia, ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian bhuta kala yang merepresentasikan kekuatan (bhu) alam semesta dan waktu (kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan.

"Pawai ogoh-ogoh merupakan ritual agama. Karena itu, kami mengharapkan tidak dikaitkan dengan hal-hal yang berbau politik, terutama pelaksanaan pemilu kepala daerah," ujarnya.

Ia mengatakan, pada Selasa (16/3/2010) umat Hindu di Kota Mataram melaksanakan acara puncak ritual Nyepi, yakni tapa brata penyepian dengan empat pantangan.

Tapa brata penyepian itu meliputi amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak melakukan kegiatan), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mengumbar hawa nafsu, tidak mengadakan hiburan/bersenang-senang).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau