Anand: Hargai Hak Saya sebagai Manusia

Kompas.com - 15/03/2010, 19:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Guru spiritual Anand Krishna menolak berkomentar ketika dimintai tanggapan mengenai video rekaman kegiatan Yayasan Anand Ashram di Padepokan One Earth di Ciawi, Bogor. Dalam rekaman itu Ketua Yayasan Anand Ashram Maya Safira memberikan ceramah mengenai 18 poin arti menjadi seorang murid kepada sekitar 30 peserta yang masih remaja.

Seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Unit Perempuan dan Anak Polda Metro Jaya, Anand menolak berkomentar ketika ditanya Kompas.com mengenai hal itu. "Saya capek, saya lelah," jawab dia singkat sambil menghindari puluhan wartawan yang menunggu, Senin (15/3/2010).

Pria keturunan India itu juga menolak berkomentar ketika ditanya mengenai pernyataan mantan-mantan pengikut Anand bahwa Anand dianggap sebagai dewa atau perpanjangan tangan Tuhan. "Mohon dihargai hak saya sebagai manusia," ucap Anand.

Seperti diberitakan, mantan pengikut Anand mengatakan bahwa dalam rekaman itu terjadi doktrinasi yang dilakukan Maya kepada peserta berumur antara 12 tahun hingga 25 tahun.

Para mantan pengikut Anand, seperti Tara Pradipta Laksmi, Sumidah, dan Damitrius Baruno, menyatakan bahwa Anand dianggap sebagai dewa di dalam yayasan. Anand disebut Guru Ji atau Jay Guru Dev yang berarti Jayalah Guru Dewa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau