Enam Korban "Speedboat" Ditemukan Tewas

Kompas.com - 17/03/2010, 21:36 WIB

SAMARINDA, KOMPAS.com — Enam korban speedboat (perahu motor cepat) yang mengalami kecelakaan di Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), ditemukan dalam kondisi tewas, Rabu (17/3/2010).

"Hari ini (Rabu) kami berhasil menemukan enam dari tujuh korban yang hilang dari kecelakaan speedboat yang terjadi pada Selasa dinihari kemarin," ungkap Kapolsek Muara Kaman Ajun Komisaris Ikhsanudin saat dihubungi dari Samarinda, Rabu malam.

Keenam korban speedboat naas itu, yang pertama kali ditemukan, anak berusia satu tahun bernama Askiah pada pukul 14.30 Wita, disusul Abay (18) pukul 16.30 Wita, kemudian Jati (4) pukul 17.00 Wita.

Korban tewas keempat yang ditemukan, yaitu Aswin (15) sekitar pukul 17.30 Wita, lalu Sogi (8) pukul 17.35 Wita, dan Yana (23) sekitar pukul 21.10 Wita.

"Satu korban lagi yang saat ini masih dalam pencarian yakni Cici (9). Keenam korban ditemukan hanya berjarak sekitar 20 hingga 30 meter dari lokasi kecelakaan," kata Ikhsanudin.

Hingga Rabu malam, tim SAR bersama anggota Polres Kutai Kartanegara dan Polsek Muara Kaman dibantu warga terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya speedboat.

"Pencarian dilakukan dengan melibatkan lebih 100 perahu klotok dan 300 orang termasuk tim SAR gabungan dan anggota Polres Kutai Kartanegara dan Polsek Muara Kaman untuk mencari seluruh korban speedboat itu," katanya.

Sementara itu, dua dari sembilan korban yang selamat salah satunya yaitu motoris speedboat naas itu, H Darmi, yang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit H Drajad Samarinda.

Sayangnya, pihak Rumah Sakit H Drajad melarang wartawan menemui H Darmi dengan alasan kondisinya masih lemah dan pihak keluarga tidak berkenan menemui wartawan.

Kecelakaan speedboat itu terjadi di Sungai Mahakam, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa sekitar pukul 01.00 Wita.

Dari 17 penumpang, sembilan orang berhasil selamat, satu ditemukan tewas dua jam setelah peristiwa itu, sedangkan tujuh penumpang lainnya hilang.

Penumpang tewas yang ditemukan pada Selasa dinihari pukul 03.00 Wita itu yakni Ikliana Octavia (24).

Korban yang merupakan satu keluarga tersebut mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang dari Desa Saping Tulung seusai menyaksikan penutupan Pesta Adat Kutai Banu Tuha.

Speedboat diduga tenggelam karena menabrak batang kayu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau