Hasil itu membuat Inter menang agregat 3-1. Inter melangkah ke perempat final untuk pertama kalinya sejak musim 2006.
Bagi pendukung Chelsea, hasil ini sangat mengecewakan. Pelatih Inter Jose Mourinho pun cukup tahu diri dengan tidak merayakan kemenangan timnya.
Mantan Pelatih Chelsea ini memilih langsung masuk ke lorong ruang ganti pemain sesaat setelah wasit Wolfgang Stark meniupkan peluit akhir.
”Saya tidak bahagia karena Chelsea kalah. Namun, saya juga bahagia karena tim saya menang, pemain, suporter, dan pemilik klub senang. Sebagai seorang profesional, itulah perasaan yang saya rasakan. Tapi, sekali lagi saya tidak bahagia dengan kesedihan pendukung Chelsea,” kata Mourinho.
Pelatih asal Portugal ini menambahkan, kemenangan ini bukan sebagai balas dendam terhadap pemilik Chelsea, Roman Abramovich, yang dulu mendepaknya.
”Saya tidak pernah dendam. Saya juga yakin, Roman menerima hasil ini secara fair. Barangkali sebelumnya dia berpikir sepak bola itu mudah. Faktanya tidak demikian. Banyak detail yang menentukan dan itulah yang membuat perbedaan,” lanjut Mourinho.
Pelatih Chelsea Carlo Ancelotti mengakui keunggulan Inter. Menurut dia, penampilan pemain Inter cukup solid sehingga pemainnya tidak bisa memainkan pola yang diinginkan.
Penampilan Inter memang cukup mengejutkan. Semula para pengamat mengira Inter akan bermain lebih bertahan setelah mendapat modal kemenangan 2-1 di Giuseppe Meazza.
Namun, Mourinho punya strategi lain dengan memasang tiga striker sekaligus, Diego Milito, Samuel Eto’o, dan Goran Pandev.
Pola permainan 4-3-3 Mourinho berjalan cukup baik meredam permainan tuan rumah. Pemain Inter disiplin pada posisinya masing-masing. Transisi dan alur bola berjalan cukup rapi. Permainan Inter bisa berubah dalam sesaat dari posisi bertahan, tetapi tiba-tiba kemudian langsung menyerang.
Gaya yang diperagakan Inter ini sebenarnya hampir sama ketika Mourinho membangun Chelsea. Dengan mengembangkan unsur kekuatan dan kemampuan atletis pemainnya, para pemain Inter menunjukkan karakter bertarung.
Setelah gagal menyelesaikan sejumlah peluang, Inter akhirnya meraih gol melalui Samuel Eto’o pada menit ke-78. Memanfaatkan umpan silang Wesley Sneijder, Eto’o mampu memperdaya Ivanovic dan menaklukkan kiper Ross Turnbull.
Chelsea semakin panik karena harus mengejar defisit dua gol. Puncaknya, Didier Drogba terkena kartu kuning kedua setelah melanggar Thiago Motta. Wasit pun mengeluarkan kartu merah untuknya pada menit ke-87.
Di Stadion Ramon Sanchez, tim tamu CSKA Moskwa meraih kemenangan 2-1 atas Sevilla. Hasil ini meloloskan CSKA dengan kemenangan agregat 3-2.
Kekalahan ini membuat Pelatih Sevilla Manolo Jimenez terpojok. Seusai pertandingan, Jimenez mengaku bertanggung jawab atas hasil ini. ”Saya orang yang paling bertanggung jawab dengan hasil ini. CSKA bermain cukup bagus dan mereka pantas menang,” ujar Jimenez.
Kemenangan CSKA ditentukan tendangan bebas pemain Jepang, Keisuke Honda, pada babak kedua.