Oleh PRASETYO EKO P
Diego Maradona dan Michael Jordan adalah dua atlet terbaik yang pernah dilahirkan di bumi ini. Sebuah pengakuan luar biasa jika seorang olahragawan disamakan dengan dua legenda dari cabang sepak bola dan basket itu.
Itulah yang didapatkan Lionel Messi, penyerang klub Barcelona. Pujian itu bukan diberikan sembarangan orang,melainkan olehdua pelatihklub sepak bola papan atas Eropa.
Messi, pemain terbaik dunia, mendapat pujian itu dari Pelatih VFB Stuttgart Christian Gross dan Pelatih Barcelona Pep Guardiola dalam jumpa pers seusai pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions antarkedua klub itu, Rabu (17/3). Setelah mencetak hattrick ke gawang Valencia pada laga La Liga, Minggu lalu, Messi menginspirasi Barcelona saat menghancurkan Stuttgart, 4-0, membawa Barca ke perempat final dengan agregat 5-1. Pada laga di Nou Camp itu, Messi mencetak dua gol.
”Saya kira sudah pasti ia adalah salah satu pemain terbaik dunia dan orang benar jika menyamakannya dengan Diego Maradona,” kata Gross, seperti dikutip Reuters. ”Sungguh mengagumkan saat Anda berpikir ia baru berusia 22 tahun. Ia adalah pemain yang ajaib.”
Pujian yang disanjungkan Guardiola bisa saja dianggap bias. Namun, jika melihat dua penampilan Messi, saat melawan Valencia dan Stuttgart serta laga-laga sebelumnya, menyandingkan pemain asal Argentina itu dengan sejumlah legenda olahraga rasanya cukup pantas.
”Pemain terbaik selalu berada di tengah-tengah aksi,” ujar Guardiola. ”(Michael) Jordan melakukan hal itu dengan (Chicago) Bulls, (Kobe) Bryant melakukannya bersama (LA) Lakers, dan Leo (Messi) melakukannya di sini. Kami ingin ia bertahan dengan kami karena ia adalah yang terbaik dan kami tidak akan menukarnya dengan siapa pun.”
Berlaga dengan bekal hasil 1-1 pada laga pertama, Barca mengurung pertahanan Stuttgart. Messi membuka jalan lewat gol brilian yang dicetaknya dengan menaklukkan kiper Jens Lehmann meski dikurung tiga bek Stuttgart pada menit ke-13.
Bukan hanya mencetak gol, Messi juga ikut andil pada gol kedua Barca dengan sebuah umpan sempurna kepada Yaya Toure yang meneruskannya kepada Pedro untuk mencetak gol pada menit ke-22. Messi mencetak gol keduanya pada menit ke-60. Bojan Krkic memperbesar kemenangan Barcelona pada menit terakhir pertandingan, sesaat setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Barca kini sendirian mengibarkan bendera Spanyol di Liga Champions setelah dua wakil La Liga lainnya, Sevilla dan Real Madrid, tersingkir. Barca juga menjadi favorit untuk mempertahankan gelar. Insentif lainnya bagi Barca adalah laga final Liga Champions musim ini akan digelar di Stadion Santiago Bernabeu, markas klub rival abadi, Real Madrid, dan tidak ada yang lebih indah daripada memenangi gelar itu di Madrid bagi Barca.
”Kami punya lawan rumit dan seharusnya tak memikirkan final dulu,” kata Joan Laporta, Presiden Barcelona, di AFP. ”Kami akan melihat siapa lawan kami Jumat (dalam undian penentuan lawan di perempat final). Tim Perancis menunjukkan kualitas mereka, Bayern (Muenchen) tampil bagus, Inter (Milan) menyingkirkan Chelsea, dan Arsenal memainkan sepak bola yang indah.”
Liga Perancis pantas berbangga karena meloloskan dua wakil di perempat final, menyamai Liga Inggris yang selama ini mendominasi babak-babak akhir Liga Champions. Setelah Lyon menyingkirkan Real Madrid, Bordeaux menyusul setelah mengalahkan klub Yunani, Olympiakos Piraeus, dengan agregat 3-1. Setelah menang 1-0 pada laga pertama, Bordeaux unggul 2-1 pada laga leg kedua di kandang sendiri. Gol Bordeaux dicetak Yoann Gourcuff dan Marouane Chamakh, sementara gol Olympiakos oleh Kostas Mitroglou.
”Anda bisa berpikir bahwa karena dua tim lolos ke perempat final, itu menunjukkan sepak bola Perancis dalam kondisi yang bagus,” kata Pelatih Bordeaux Laurent Blanc. ”Namun, untuk lebih memastikan hal ini, kami harus melihat bagaimana ini berkembang, apakah hal ini bisa terjadi lagi, untuk melihat apakah klub Perancis bisa tampil secara reguler di perempat final.”