GAZA, KOMPAS.com - Pesawat tempur Israel menyerang sedikitnya enam sasaran di Jalur Gaza, Jumat dini hari, sehari setelah tembakan roket dari wilayah itu menewaskan seorang pekerja Thailand di Israel.
Dua warga sipil dilaporkan menderita luka dalam satu dari tiga serangan di terowongan penyelundupan di sekitar perbatasan dengan Mesir. Serangan lain menyasar dua tempat terbuka di Khan Younis dan sebuah pengecoran logam di dekat Kota Gaza.
Militer Israel tidak segera berkomentar atas serangan tersebut. Wakil Perdana Menteri Israel, Silvan Shalom, Kamis, mengatakan, Israel akan membalas dengan keras serangan roket mematikan dari Gaza. Israel juga telah mengirim surat pengaduan pada Sekjen PBB Ban Ki-moon, yang akan berkunjung ke Israel akhir pekan ini, dan kepada Dewan Keamanan PBB.
Ban Ki-moon telah mengutuk serangan roket itu. "Semua bentuk tindakan teror dan kekerasan terhadap warga sipil sangat tidak bisa diterima dan bertentangan dengan hukum internasional," demikian pernyataan yang dikeluarkan kantor Ban.
Kelompok yang sebelumnya tidak dikenal, Ansar al Sunna, yang dipercaya punya ideologi seperti Al Qaeda, menyatakan bertanggungjawab atas serangan roket di Israel.
Sementara kelompok Hamas, yang merebut kekuasaan di Jalur Gaza tahun 2007, telah mendesak kelompok gerilyawan lain untuk tidak menyerang Israel karena mencemaskan serangan balasan dari Israel. Gerilyawan Palestina di Gaza telah melakukan serangan roket dan bom mortir secara sporadis terhadap Israel sejak berakhirnya perang tiga pekan di Gaza pada Januari 2009. Serangan mereka bisanya tidak menimbulkan korban. Israel setiap kali membalas serangan roket dari Gaza itu dengan serangan-serangan udara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang