Satgas Tak Cukup, Susno Akan Lapor ke KPK

Kompas.com - 23/03/2010, 13:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Jenderal bintang tiga itu mengungkapkan, percuma dirinya melaporkan adanya dugaan praktik mafia hukum di tubuh Polri dalam penanganan kasus money laundering oknum pegawai pajak, Gayus T Tambunan.

"Lapor Satgas saja, saya sudah disalahkan. Tulis gede-gede kalau saya lapor ke Satgas, dimarahin (Polri). Biar Presidennya marah. Kalau begitu kan percuma Satgas dibentuk Presiden," ungkapnya kepada wartawan saat dihubungi Senin (22/3/2010) tengah malam. "Itu kelihatan sekali arogansinya. Jadi di era sekarang, saya tidak boleh bebas bicara dengan wartawan," katanya lagi.

Sebelumnya, Susno mengaku sudah berstatus terperiksa (tersangka) oleh Propam Polri karena beberapa hal, antara lain mengungkap informasi kepada wartawan yang dianggap mencemarkan nama baik Polri. Apalagi, ditambahkannya, salah satu alasan dirinya ditetapkan sebagai tersangka adalah karena dia berani menyampaikan tudingan adanya praktik mafia hukum di tubuh Polri kepada Satgas.

"Saya berbicara kepada Satgas saja, saya sudah jadi terperiksa," ujarnya. Susno pun mengaku sedang mempertimbangkan untuk melaporkan adanya praktik mafia hukum yang didengungkannya itu kepada KPK karena dinilainya lebih mempunyai kekuatan.

Namun, ia mengaku tetap khawatir akan menerima perlakuan yang jauh lebih tak terbayangkan jika melaporkan hal itu kepada KPK. Susno sendiri menyimpulkan adanya pihak-pihak yang sangat ketakutan dengan apa yang dilakukannya akhir-akhir ini dalam mengungkap praktik mafia hukum di Polri. "Karena takut, makanya saya diserang dan dibusukkan," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau