Oposisi Sri Lanka Protes Pengadilan Fonseka

Kompas.com - 23/03/2010, 16:41 WIB

KOLOMBO, KOMPAS.com — Kelompok-kelompok oposisi Sri Lanka, Selasa (23/3/2010), berdemonstrasi di Kolombo menuntut pembebasan mantan panglima militer Sarath Fonseka, yang berusaha menggeser presiden dalam pemilihan baru-baru ini.

Ratusan aktivis dari JVP, Front Pembebasan Rakyat, yang mendukung Fonseka gagal meraih kursi kepresidenan, meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah di luar stasiun kereta api utama.

"Senin, puluhan orang tak dikenal melemparkan batu pada satu stasiun televisi independen di Kolombo, dalam apa yang diduga bermotif politisasi serangan sebelum pemilihan parlemen bulan depan," kata pihak keamanan.

Aksi-aksi protes terakhir itu terjadi menjelang sidang pengadilan perang lainnya terhadap tahanan Fonseka, setelah dia kalah dalam pemilihan presiden oleh presiden yang sedang berkuasa, Mahinda Rajapakse.

Fonseka, yang memimpin militer mencapai kemenangan atas pemberontak Macan Tamil tahun lalu, pecah kongsi dengan Rajapakse dan kini menjadi dua tokoh yang bermusuhan tajam di bidang politik.

Pengadilan perang bersidang 6 April mendatang, dua hari menjelang pemilihan parlemen, di mana Fonseka menjadi salah satu kandidat dari Aliansi Demokrasi Nasional, partai yang mendukung JVP.

Fonseka memasuki dunia politik setelah keluar dari militer pada November, enam bulan setelah pemberontak separatis Macan Tamil pada akhirnya berhasil ditumpas, setelah puluhan tahun menumpahkan darah antaretnis di pulau itu.

Ketika dia mundur dari militer, Fonseka mengatakan bahwa Rajapakse mencurigainya merencanakan kudeta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau