JAKARTA, KOMPAS.com — Santernya pemberitaan di media terkait kasus Gayus Halomoan Tambunan (30), pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang memiliki Rp 25 miliar di rekeningnya dan diduga terlibat makelar kasus di Mabes Polri, membuat gerah anggota DPR.
Badan Anggaran DPR pun bersiap mempertanyakan kasus tersebut dalam rapat perdana pasca-masa reses nanti dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
"Kami akan tanyakan ini nanti kepada Menkeu dalam rapat dengan Banggar. Tanggal 19 April nanti kan kami rapat dan nanti akan kami angkat," kata Ketua Badan Anggaran Harry Azhar Aziz kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (26/3/2010).
Harry mengatakan, pemerintah perlu mengambil tindakan tegas atas kasus Gayus. Terlebih lagi, saat ini tengah marak aksi di kalangan facebookers dengan grupnya yang bertajuk "Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Boikot Bayar Pajak untuk Keadilan" sebagai bentuk kekecewaan atas kinerja petugas pajak.
Apabila tidak ditangani secara serius, dikhawatirkan aksi para facebookers ini bakal mengancam penerimaan negara.
"Ini harus ditangkap oleh pemerintah dan DPR. Kalau tidak, penerimaan pajak perorangan dan badan mungkin bisa terancam. Jumlah SPT juga bisa menyusut kalau begini," kata Harry Azhar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang