SBY Mau Bersihkan Nama Demokrat dari Skandal Century

Kompas.com - 27/03/2010, 20:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bakal mengusut tuntas kasus Bank Century. Upaya itu diakuinya guna membersihkan nama baik Partai Demokrat yang sempat disebut-sebut menerima aliran dana talangan Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.

SBY menyebut bahwa tudingan itu merupakan fitnah bagi partainya. Kini, setelah tim Pansus Century merampungkan tugasnya, fitnah tersebut terbantahkan di hadapan hukum. "Tuhan maha besar. Sejarah menghadirkan kebenaran dan keadilan. Fitnah itu terbantahkan oleh adanya kebenaran," kata SBY saat memberikan sambutan dalam Rakornas I Partai Demokrat di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Sabtu (27/3/2010).

Ia mengakui, seluruh kader Partai Demokrat merasa dipermalukan dan dicemarkan nama baiknya karena kasus tersebut. Karena itu, dia menegaskan, pelaku pencemaran nama baik perlu ditindak sesuai hukum yang berlaku.

"Hukum harus tetap ditegakkan bagi yang mencemarkan nama baik Partai Demokrat. Negara kita negara hukum, bukan negara fitnah. Saya memahami perasaan kalian. Keluarga besar Partai Demokrat yang merasa dipermalukan dan dirusak nama baiknya," tegas SBY.

Meski demikian, dia meminta kepada seluruh kader PD agar tidak ikut-ikutan menyebar fitnah. Dia meminta agar seluruh kader menyikapi masalah ini dengan bijak dan menyerahkannya sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

SBY menambahkan, dirinya sebagai Presiden telah menindaklanjuti hasil rekomendasi tim Pansus dan meminta penegak hukum untuk mengusut kasus Bank Century ini. "Hasil dari panitia angket DPR yang diserahkan ke saya sebagai Presiden telah saya tindak lanjuti dan diserahkan ke penegak hukum. Hukum harus ditegakkan," tandas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau