BANDUNG, KOMPAS.com — Tahun ini, Kementerian Perindustrian menargetkan akan menelurkan peraturan proyek mobil dengan harga terjangkau dan ramah lingkungan atau low cost & green car. Jika proyek ini bergulir, potensi investasi segar yang bisa diserap oleh Pemerintah Indonesia mencapai 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 5 triliun.
Saat ini, terdapat empat merek mobil asal Jepang yang menyatakan tertarik turut serta dalam proyek mobil dengan harga terjangkau dan ramah lingkungan, yakni Toyota, Daihatsu, Suzuki, dan Nissan. Untuk setiap produk baru yang dikembangkan prinsipal, dana yang dibutuhkan minimum 100 juta dollar AS.
"Potensinya memang ada, tapi bertahap. Bisa mencapai 100 juta dollar AS juta per merek. Belum lagi ditambah sektor komponen yang pasti ikut investasi juga, sama nilainya," ujar Direktur Industri Alat Transportasi Darat dan Kedirgantaraan Kementerian Perindustrian Panggah Susanto di sela-sela Workshop Pendalaman Kebijakan Industri Untuk Wartawan, Sabtu (27/3/2010) di Bandung.
Panggah menjelaskan, tahun ini pemerintah menargetkan akan menelurkan kebijakan pemerintah agar proyek mobil dengan harga terjangkau dan ramah lingkungan bisa langsung bergulir. Dengan persiapan yang dilakukan, Kemenperin berharap produk bisa mulai dilepas ke pasar pada 2012 dengan target pasar naik 100 persen lebih dari posisi 2008.
"Tahun 2012, pasar kita ditargetkan akan mencapai 1,25 juta unit. Kita harus yakin dengan situasi yang ada," ucap Panggah. Dalam paket kebijakan yang dibuat, lanjutnya, prinsipal didorong agar mau memproduksi mobil di Indonesia dengan kandungan komponen lokal sebanyak 80 persen.
Selain itu, akan ada insentif fiskal yang salah satunya adalah penurunan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) sehingga bisa menekan harga jual sekaligus meningkatkan daya saing produk. "Kami inginnya, powertrain itu diproduksi lokal. Jadi dalam 80 persen itu minimum sudah mencakup kopling, transmisi, gardan, dan as roda," papar Panggah.
Sebelumnya, Prijono Sugiarto, Presiden Direktur PT Astra Internatioal Tbk, selaku induk usaha Toyota dan Daihatsu di Indonesia, menyatakan siap menanamkan investasi 100 juta dollar AS. Bahkan, kolaborasi Toyota-Daihatsu kali ketiga setelah Avanza-Xenia dan Rush-Terios akan kembali diwujudkan dalam proyek ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang