Proyek Mobil Murah Potensi Tarik Investasi Rp 5 Triliun

Kompas.com - 29/03/2010, 05:22 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Tahun ini, Kementerian Perindustrian menargetkan akan menelurkan peraturan proyek mobil dengan harga terjangkau dan ramah lingkungan atau low cost & green car. Jika proyek ini bergulir, potensi investasi segar yang bisa diserap oleh Pemerintah Indonesia mencapai 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 5 triliun.

Saat ini, terdapat empat merek mobil asal Jepang yang menyatakan tertarik turut serta dalam proyek mobil dengan harga terjangkau dan ramah lingkungan, yakni Toyota, Daihatsu, Suzuki, dan Nissan. Untuk setiap produk baru yang dikembangkan prinsipal, dana yang dibutuhkan minimum 100 juta dollar AS.

"Potensinya memang ada, tapi bertahap. Bisa mencapai 100 juta dollar AS juta per merek. Belum lagi ditambah sektor komponen yang pasti ikut investasi juga, sama nilainya," ujar Direktur Industri Alat Transportasi Darat dan Kedirgantaraan Kementerian Perindustrian Panggah Susanto di sela-sela Workshop Pendalaman Kebijakan Industri Untuk Wartawan, Sabtu (27/3/2010) di Bandung.

Panggah menjelaskan, tahun ini pemerintah menargetkan akan menelurkan kebijakan pemerintah agar proyek mobil dengan harga terjangkau dan ramah lingkungan bisa langsung bergulir. Dengan persiapan yang dilakukan, Kemenperin berharap produk bisa mulai dilepas ke pasar pada 2012 dengan target pasar naik 100 persen lebih dari posisi 2008.

"Tahun 2012, pasar kita ditargetkan akan mencapai 1,25 juta unit. Kita harus yakin dengan situasi yang ada," ucap Panggah. Dalam paket kebijakan yang dibuat, lanjutnya, prinsipal didorong agar mau memproduksi mobil di Indonesia dengan kandungan komponen lokal sebanyak 80 persen.

Selain itu, akan ada insentif fiskal yang salah satunya adalah penurunan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) sehingga bisa menekan harga jual sekaligus meningkatkan daya saing produk. "Kami inginnya, powertrain itu diproduksi lokal. Jadi dalam 80 persen itu minimum sudah mencakup kopling, transmisi, gardan, dan as roda," papar Panggah.

Sebelumnya, Prijono Sugiarto, Presiden Direktur PT Astra Internatioal Tbk, selaku induk usaha Toyota dan Daihatsu di Indonesia, menyatakan siap menanamkan investasi 100 juta dollar AS. Bahkan, kolaborasi Toyota-Daihatsu kali ketiga setelah Avanza-Xenia dan Rush-Terios akan kembali diwujudkan dalam proyek ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau