Inilah Tiga Petarung Unggulan pada Kongres Demokrat

Kompas.com - 29/03/2010, 07:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendati Kongres II Partai Demokrat baru dilangsungkan dua bulan mendatang, sejumlah politikus telah meramaikan bursa calon ketua umum partai pemenang Pemilu 2009 tersebut.

Sebut saja Ketua DPP Andi Mallarangeng yang juga Menneg Pemuda dan Olahraga, Ketua DPP Anas Urbaningrum yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Ketua DPR Marzuki Alie, Menteri UKM dan Koperasi Syarif Hasan, serta para kader lainnya seperti Agus Hermanto, Hayono Isman, dan Djafar Hafsah.

Kini, orang-orang yang namanya disebutkan di atas diperkirakan tengah melakukan konsolidasi dengan jajaran pengurus DPC dan DPP Partai Demokrat se-Indonesia. Lantas, siapakah petarung unggulan yang akan berlaga pada ajang pemilihan ketuk umum Partai Demokrat?

Peneliti LSI Burhanuddin Muhtadi memperkirakan, setidaknya ada tiga petarung yang akan memperebutkan posisi PD 1 pada Kongres mendatang di Bandung, Jawa Barat. Mereka adalah Anas Urbaningrum, Marzuki Alie, dan Andi Mallarangeng.

"Anas mewakili karakter SBY yang santun, intelektual, dan memiliki artikulasi yang baik," ujar Burhanuddin ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (28/3/2010) malam di Jakarta.

Ditambahkannya, Anas merupakan kader partai yang kerap turun ke bawah menemui pengurus DPC dan DPP. Sementara itu, Marzuki Alie dinilai memiliki tingkat polularitas yang tinggi karena posisinya sebagai ketua DPR, yang secara konstitusi sejajar dengan SBY. Hal ini, kata Burhanuddin, membuatnya lebih dikenal dibandingkan calon besar lainnya.

Kemudian Andi Mallarangeng, yang namanya sempat berkibar ketika menjabat sebagai juru bicara kepresidenan, juga dinilai sebagai sosok intelektual. "Andi salah seorang yang pernah menikmati berkah SBY," kata Burhanuddin.

Namun, Burhanuddin mengatakan, Syarif Hassan, tokoh lama di PD, bisa berpeluang menjadi kuda hitam di arena perebutan kursi pucuk pimpinan tersebut. "Syarif memang sudah senior dari sisi usia. Tapi, saat menjadi ketua fraksi Partai Demokrat di DPR, Syarif sukses membangun komunikasi politik dengan partai politik mitra koalisi. Syarif bisa menjual kemampuan ini," ujarnya.

Pada Minggu malam tadi, Andi mendahului rekan-rekannya mendeklarasikan pencalonan dirinya sebagai ketua umum PD. "Saya akan berusaha memberikan yang terbaik, mengabdi, serta mendedikasikan segenap tenaga dan pikiran bagi kemajuan partai," ujar Andi di hadapan para peserta dan undangan.

Marzuki dijadwalkan menyatakan kesanggupannya memimpin PD pada Senin ini di Hotel Mercure, Ancol. Sedangkan Anas dikabarkan menggelar silaturahmi dadakan di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu malam kemarin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau