Perlakuan Khusus bagi Rooney

Kompas.com - 30/03/2010, 03:19 WIB

Muenchen, Minggu - Pemain-pemain Bayern Muenchen harus membuat sesuatu yang spesial untuk striker Manchester United, Wayne Rooney. Tanpa perlakuan khusus, Bayern harus bersiap tumbang saat menjamu Manchester United di laga pertama perempat final Liga Champions di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Jerman, Selasa (30/3) ini.

”Kami memang akan memberikan perlakuan khusus. Kami biasanya melakukan marking pemain per pemain, tetapi saya rasa kami tak akan bisa melakukannya saat menghadapi Rooney karena dia pemain hebat,” kata kapten tim Bayern Muenchen, Mark van Bommel, seperti dikutip The Sun, Senin (29/3).

Menurut Van Bommel, untuk mematikan Rooney, timnya lebih memilih strategi zone marking (penjagaan wilayah). ”Dengan demikian, akan ada lebih dari satu pemain yang akan menjaganya,” ujar pemain asal Belanda ini. Rooney memang layak mendapat perlakuan khusus. Empat golnya ke gawang AC Milan di babak perdelapan final menjadi bukti ketangguhan striker berusia 24 tahun ini.

Rooney akan tampil di Allianz Arena dengan kebugaran penuh setelah diistirahatkan total ketika ”Setan Merah” menghajar tuan rumah Bolton Wandereres 4-0 di Liga Primer hari Minggu lalu. Rooney, yang sudah mencetak 33 gol pada musim ini, terpaksa ditinggalkan karena kakinya agak memar.

Meski menerapkan zone marking, Pelatih Bayern Muenchen Louis van Gaal tetap akan menugaskan salah seorang pemain belakangnya untuk mengawal Rooney. Untuk tugas ini, Martin Demichelis dinilai sangat layak.

Selain sigap menghentikan serangan lawan, Demichelis juga tangguh dalam bola-bola atas dan pintar dalam menempatkan posisi. Namun, kali ini dia juga harus fokus lebih banyak kala menghadapi Rooney.

Menghadapi MU, Muenchen dihadapkan pada masalah cederanya Arjen Roben. Pemain asal Belanda ini belum dipastikan bisa tampil. Robben mendapat cedera betis ketika kalah 1-2 dari VfB Stuttgart di Bundesliga hari Sabtu lalu. Adapun gelandang Bastian Schweinsteiger absen lantaran skors kartu.

Selain terkendala pemain, Bayern pun sedang mengalami penurunan. Menjalani performa terbaik pascalibur musim dingin, ”FC Hollywood” mulai menurun dengan menuai kekalahan di dua laga Bundesliga terakhir.

”Mungkin itu bukan berarti nasib kami memburuk, tetapi yang jelas akan menyulitkan kami untuk melawan MU,” ujar Louis van Gaal. Dia juga berharap play maker Franck Ribery siap tampil.

Presiden Klub Bayern Muenchen Karl-Heinz Rummenigge mengatakan, melawan MU merupakan sejarah. Dia tidak melupakan final Liga Champions 1999 saat MU meraih kemenangan pada detik terakhir.

Di kubu MU, Manajer Alex Ferguson cukup nyaman dengan kondisi timnya. ”Fergie” juga senang dengan permainan striker Dimitar Berbatov yang menemukan ketajamannya lagi.

Penyerang Bulgaria itu mencetak dua gol ke gawang Bolton dan diharapkan berperan besar saat melawan Bayern. Berbatov cukup hafal permainan Bundesliga karena pernah membela Bayer Leverkusen.

Cetak sejarah

Olympique Lyon termotivasi untuk mencetak sejarah saat menjamu tim Perancis lainnya, Girondins Bordeaux, di Stade de Gerland.

Sepanjang sejarah perjalanan klub, Lyon belum pernah menyentuh posisi empat besar kompetisi Eropa. Kemenangan atas Bordeaux akan menjadi sejarah bagi Lyon. ”Kami bertanding tidak melawan Bordeaux, tetapi kami akan berlaga melawan diri sendiri. Ini momentum sejarah,” kata kiper Lyon, Hugo Lloris. (REUTERS/AFP/OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau