”Kami memang akan memberikan perlakuan khusus. Kami biasanya melakukan marking pemain per pemain, tetapi saya rasa kami tak akan bisa melakukannya saat menghadapi Rooney karena dia pemain hebat,” kata kapten tim Bayern Muenchen, Mark van Bommel, seperti dikutip The Sun, Senin (29/3).
Menurut Van Bommel, untuk mematikan Rooney, timnya lebih memilih strategi zone marking (penjagaan wilayah). ”Dengan demikian, akan ada lebih dari satu pemain yang akan menjaganya,” ujar pemain asal Belanda ini. Rooney memang layak mendapat perlakuan khusus. Empat golnya ke gawang AC Milan di babak perdelapan final menjadi bukti ketangguhan striker berusia 24 tahun ini.
Rooney akan tampil di Allianz Arena dengan kebugaran penuh setelah diistirahatkan total ketika ”Setan Merah” menghajar tuan rumah Bolton Wandereres 4-0 di Liga Primer hari Minggu lalu. Rooney, yang sudah mencetak 33 gol pada musim ini, terpaksa ditinggalkan karena kakinya agak memar.
Meski menerapkan zone marking, Pelatih Bayern Muenchen Louis van Gaal tetap akan menugaskan salah seorang pemain belakangnya untuk mengawal Rooney. Untuk tugas ini, Martin Demichelis dinilai sangat layak.
Selain sigap menghentikan serangan lawan, Demichelis juga tangguh dalam bola-bola atas dan pintar dalam menempatkan posisi. Namun, kali ini dia juga harus fokus lebih banyak kala menghadapi Rooney.
Menghadapi MU, Muenchen dihadapkan pada masalah cederanya Arjen Roben. Pemain asal Belanda ini belum dipastikan bisa tampil. Robben mendapat cedera betis ketika kalah 1-2 dari VfB Stuttgart di Bundesliga hari Sabtu lalu. Adapun gelandang Bastian Schweinsteiger absen lantaran skors kartu.
Selain terkendala pemain, Bayern pun sedang mengalami penurunan. Menjalani performa terbaik pascalibur musim dingin, ”FC Hollywood” mulai menurun dengan menuai kekalahan di dua laga Bundesliga terakhir.
”Mungkin itu bukan berarti nasib kami memburuk, tetapi yang jelas akan menyulitkan kami untuk melawan MU,” ujar Louis van Gaal. Dia juga berharap play maker Franck Ribery siap tampil.
Presiden Klub Bayern Muenchen Karl-Heinz Rummenigge mengatakan, melawan MU merupakan sejarah. Dia tidak melupakan final Liga Champions 1999 saat MU meraih kemenangan pada detik terakhir.
Di kubu MU, Manajer Alex Ferguson cukup nyaman dengan kondisi timnya. ”Fergie” juga senang dengan permainan striker Dimitar Berbatov yang menemukan ketajamannya lagi.
Penyerang Bulgaria itu mencetak dua gol ke gawang Bolton dan diharapkan berperan besar saat melawan Bayern. Berbatov cukup hafal permainan Bundesliga karena pernah membela Bayer Leverkusen.
Olympique Lyon termotivasi untuk mencetak sejarah saat menjamu tim Perancis lainnya, Girondins Bordeaux, di Stade de Gerland.
Sepanjang sejarah perjalanan klub, Lyon belum pernah menyentuh posisi empat besar kompetisi Eropa. Kemenangan atas Bordeaux akan menjadi sejarah bagi Lyon. ”Kami bertanding tidak melawan Bordeaux, tetapi kami akan berlaga melawan diri sendiri. Ini momentum sejarah,” kata kiper Lyon, Hugo Lloris. (REUTERS/AFP/OTW)