Ujian nasional

Dana Belum Turun, Tergantung Kebijakan Daerah Masing-Masing

Kompas.com - 30/03/2010, 18:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menanggapi sejumlah laporan belum turunnya dana pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di beberapa daerah, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal menyampaikan, bahwa masalah tersebut dikarenakan kebijakan masing-masing daerah yang bervariasi mengenai waktu turunnya dana.

Hal tersebut disampaikan Fasli saat ditemui di Kementrian Pendidikan Nasional, Jakarta, Selasa (30/3/2010). Menurut Fasli, sejak lama dana untuk pelaksanaan UN telah berpindah dari rekening negara ke rekening pihak yang berwenang mengatur dana di masing-masing daerah. Namun, kapan waktu dana itu turun berbeda di tiap daerah.

"Tapi memang bervariasi cara mereka mengaturnya," katanya.

"Kalau memang belum ada uangnya mungkin karena belum direncanakan dibayar, tunggu empat hari dulu baru selesai. Yang belum dibayar itu honor, ada yang dibayar harian ada juga yang dibayar setelah selesai UN," tambahnya.

Meskipun begitu, Fasli juga menyampaikan bahwa sebenarnya standar operasional penyaluran dana UN sudah jelas. "Pada hari H pelaksanaan UN uang sudah ada di titik distribusi. Ke depan, ada yang langsung ke daerah, ada yang ke kabupaten atau kota," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah mengaku masih menantikan pencairan dana penyelenggaraan UN. Seperti halnya salah satu SMP di Bandar Lampung, yang terpaksa menutupi dana penyelenggaraan UN dengan dana bantuan operasional sekolah (BOS), yang jumlahnya terbatas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau