Marzuki: Andi Deklarasi Duluan untuk Konsolidasi Internal

Kompas.com - 31/03/2010, 15:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Deklarasi Andi Malarangeng untuk maju menjadi calon Ketua Umum Demokrat tak menggentarkan Marzuki Alie, mantan Sekjen Demokrat yang juga disebut-sebut akan maju.

Marzuki memahami deklarasi dibutuhkan Andi terlebih dahulu karena salah satu Ketua DPP Demokrat ini membutuhkan lebih banyak waktu untuk konsolidasi internal daripada dirinya dan Anas Urbaningrum.

"Istilahnya seperti Pak Andi, dia kan belum banyak perkuat di internal partai, tentu dia sudah maju duluan. Kalau enggak deklarasi sejak awal kapan dia kerjanya. Dia kan belum perkuat di internal, tentu harus maju duluan, teorinya kan begitu," tuturnya dalam wawancara dengan wartawan di ruangan Ketua DPR RI, Rabu (31/3/2010).

Menurut Marzuki, Andi tentunya harus memperkenalkan diri kepada akar rumput supaya ada yang mengenalnya dan mau mendengarkan dirinya untuk memperkenalkan produk, nilai, lalu melebarkan jaringannya, dan melakukan promosinya. "Yang bahaya kan marketing di jaman orde baru, yaitu power," ungkapnya.

Lantas apakah ada kecenderungan seperti itu? "Saya yakin tidaklah. Bahwa orang menggunakan itu ya hanya sebagai teori," tandasnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau