Gayus Ditangkap Setelah di Indonesia

Kompas.com - 31/03/2010, 16:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Polri akan menangkap pegawai Direktorat Jenderal Pajak Gayus Halomoan Tambunan ketika memasuki wilayah Indonesia. Kepolisian tidak menangkap Gayus ketika berada di Singapura, tetapi membujuk dia agar bersedia kembali ke Indonesia.

"Kami tangkap nanti ketika berada di wilayah Indonesia. Sudah bisa disiapkan penangkapan," ucap Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Edward Aritonang di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Rabu (31/3/2010).

Edward mengatakan, Polri telah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Singapura agar dapat dipertemukan dengan Gayus. Pihaknya lalu membujuk Gayus agar bersedia kembali ke Indonesia. "Diberi kesadaran dan keyakinan di Indonesia akan diperlakukan dengan baik dan akan diperiksa hal-hal yang telah dilakukan," ucapnya.

Ketika ditanya apakah benar pernyataan Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Denny Indrayana, bahwa Satgas bertemu secara tidak sengaja dengan Gayus di Orchard Road, Singapura, Edward menjawab, "Tanya satgas," ucapnya. "Saya membenarkan ada peran Satgas untuk meyakinkan agar Gayus (pulang)," tambah Edward.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau