Bagi kalangan ini, harga bukanlah pertimbangan utama. Performa mobil adalah yang utama. Audi R8 5.2 FSI Quattro, yang di Indonesia dijual dengan harga di atas Rp 5 miliar itu, adalah salah satu di antara mobil yang dapat digunakan untuk mengekspresikan pribadi pemiliknya. Mobil yang dimasukkan PT Garuda Mataram Motor itu sanggup dipacu hingga batas terjauh yang dapat dicapai oleh sebuah mobil untuk jalan raya.
Audi R8 5.2 FSI Quattro, yang menyandang mesin berkapasitas 5.2 Liter (5.204 cc), 10 silinder dalam konfigurasi V (V10), menghasilkan tenaga maksimum 525 PK pada 8.000 rpm dan torsi maksimum 530 Nm pada 6.500 rpm. Mobil dengan putaran mesin tinggi itu (hingga garis batas putaran tertinggi/garis merah pada 8.700 rpm) sanggup mencapai kecepatan 100 kilometer per jam dari posisi berhenti dalam waktu 3,9 detik dan kecepatan maksimumnya 316 kilometer per jam.
Putaran mesin yang sedemikian tinggi memerlukan sistem pelumasan khusus sehingga performa mesin tetap prima. Berbeda dengan mesin mobil biasa, di mana sebagian besar oli berkumpul di bagian bawah mesin dan dipompa kembali ke atas, pada mesin Audi R8 5.2 FSI, oli yang berkumpul di bagian bawah mesin langsung diisap ke dalam dua tangki terpisah. Dan, langsung disemprotkan ke bagian-bagian yang memerlukannya. Pada putaran mesin tinggi, sistem yang dinamakan dry-sump oil menjamin suplai oli yang konstan pada bagian-bagian yang memerlukannya. Bukan itu saja, dry-sump juga menjamin suplai oli yang konstan pada mobil menikung tajam dengan gravitasi melampaui 1,2g.
Kemampuan berakselerasi secepat itu tidak terlepas dari sumbangan yang diberikan bodi dan chassis ringan Audi R8 yang terbuat dari bahan aluminium. Bodi aluminium dengan desain Audi Space Frame hanya berbobot 210 kilogram.
Namun, orang tidak perlu memacu mobil itu hingga ke batas terjauh untuk mengetahui bahwa mobil tersebut memiliki tenaga dan torsi maksimum yang besar. Dari derum suara mesin 10 silinder yang ditempatkan di bagian belakang, serta tenaga dan torsi besar yang tersedia, pada kecepatan rendah, pengendara dapat merasakan bahwa mobil itu sanggup dipacu hingga ke batas. Perasaan itu pula yang dirasakan Kompas pada saat melakukan first drive mobil tersebut pekan lalu.
Suara deruman mesin yang keluar melalui dua knalpot menimbulkan sensasi tersendiri. Dan, yang terpenting adalah pengendara Audi R8 5.2 FSI Quattro tidak perlu memacu mobilnya untuk memperlihatkan performa mobil itu. Sosok dan suara deruman mesin mobil itu sudah mencerminkan kemampuannya.
Tenaga dan torsi yang besar itu disalurkan ke keempat roda melalui persneling otomatik dengan 6 tingkat kecepatan yang dilengkapi R tronic sequential gearbox. Teknologi tersebut memungkinkan pengendara mobil berpenumpang dua orang itu menaikkan atau menurunkan gigi persneling secara manual, dengan mendorong atau menarik tuas persneling, atau melalui pedal kecil di setir.
Penggunaan sistem dua kopling (dual clutch system) memungkinkan akselerasi berlangsung sangat cepat karena putaran mesin tetap konstan pada saat perpindahan gigi persneling dilakukan oleh pengendara. Pada mobil-mobil yang menggunakan sistem dua kopling, akselerasi mobil yang menggunakan persneling otomatik berlangsung lebih cepat daripada mobil yang menggunakan persneling manual.
Mobil berpenggerak empat roda (quattro) yang menggunakan bahan aluminium itu pada proses penyelesaian akhirnya dilakukan dengan tangan (hand made). Dan, itu menjadikan Audi R8 itu sangat khusus. Interiornya pun didominasi kulit berkualitas tinggi dan menggunakan sound system Bang & Olufsen berkekuatan 465 watt dengan 12 speaker.
Mesin berkapasitas 5.2 Liter, V10, pada Audi R8 itu sesuatu hal yang baru, mengingat pendahulunya menyandang mesin 4.2, V8. Mesin berkapasitas 5.2 Liter, V10, itu dimodifikasi dari mesin Lamborghini Gallardo LP560-4.
Dalam berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam, Audi R8 5.2 V10 lebih lambat 0,2 detik daripada Lamborghini Gallardo LP560-4, tetapi lebih cepat 0,7 detik dibandingkan dengan pendahulunya, Audi R8 4.2 V8.