Jajang C Noer: Indonesia Kehilangan Teladan

Kompas.com - 03/04/2010, 22:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tokoh perfilman Indonesia, Jajang C Noer, turut mengungkapkan dukacita yang mendalam atas meninggalnya William Soeryadjaya, pendiri PT Astra International Inc.

Jajang merasa sangat kehilangan, sama seperti yang dirasakan putri almarhum, Judith Soeryadjaya. Menurut Jajang, Oom Willem adalah orang yang sangat bijak, baik sebagai pengusaha maupun sebagai seorang kepala keluarga sekaligus ayah. Wawasan intelektualnya begitu luas dan pengalaman hidupnya juga sarat makna.

"Tapi yang terpenting adalah hatinya yang mulia dan jiwanya yang lapang. Hal itu yang harus dimiliki oleh semua orang Indonesia, bukan hanya seorang Oom Willem," ucap Jajang ketika dijumpai Kompas.com di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, Sabtu (3/4/2010).

Jajang mengakui bahwa dalam kesehariannya Oom Willem adalah sosok yang ramah dan baik hati. "Saya kebetulan adalah teman dari putri beliau, Judith. Setiap saya bermain ke rumah dan bertemu beliau, beliau selalu bersikap ramah dan baik hati," ungkap Jajang.

Sosok Oom Willem yang pekerja keras terlihat dari bukti yang dihasilkannya hingga sekarang. Banyak orang yang menghormati dan menghargainya karena tidak hanya kesuksesan dalam pekerjaan, melainkan kesuksesan dalam membina hubungan baik dengan sesama yang juga diraihnya. "Indonesia sangat kehilangan seorang sosok yang dapat menjadi teladan," ucap Jajang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau