MOSKOW, KOMPAS.com — Perusahaan pengekspor senjata Rusia, Rosoboronexport, telah menandatangani dua kontrak senilai 1,2 miliar dollar AS untuk penjualan 16 jet tempur ke Aljazair dan 6 pesawat tempur lainnya ke Uganda.
Harian Rusia, Vedomosti, Senin, melaporkan, kedua negara Afrika itu akan menerima model yang berbeda dari pesawat tempur Su-30 Flanker. Aljazair akan menerima 16 Su-30-MKI(A), sedangkan Kampala akan menerima enam jet tempur Su-30MK2. Pada 2008, Aljazair membatalkan pembelian jet tempur 34 MiG-29 Fulcrum multi-peran karena cacat rancang. Militer Rusia membeli jet-jet yang ditolak itu untuk digunakan sendiri.
Su-30 Flanker dalam berbagai model juga telah dijual ke India. India sejauh ini telah menerima 120 dari 230 jet tempur yang dipesannya dari Rusia. Malaysia juga telah menerima 18 jet tempur Rusia.
Rosoboronexport telah menandatangani kesepakatan ekspor senjata senilai sekitar 7,5 miliar dollar AS sejak awal tahun ini. Menurut kepala perusahaan itu, Anatoly Isaikin, Rusia telah menandatangani kontrak senilai 15 miliar dollar AS selama 2009.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang