Jakarta, Kompas
Daud Yordan akan bertarung melawan Caballero untuk memperebutkan gelar kelas bulu WBA Interim. Pertarungan tersebut bakal dilaksanakan di Bank Atlantic Center, Sunrise, Miami, Florida, Amerika Serikat, Sabtu (10/4) waktu setempat, atau Minggu pukul 09.30 WIB.
Hal itu disampaikan Daud seusai diterima Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Senin. Salah satu persiapan Daud, selain persiapan fisik, adalah menyaksikan sejumlah hasil rekaman pertarungan Caballero.
”Makanya saya telah mengetahui beberapa kelemahan dari Caballero. Itu sebabnya saya yakin mampu mengakhiri pertarungan tanpa harus menunggu hingga 12 ronde,” ujar Daud.
Sekalipun demikian, menurut Daud, lawannya tentu merupakan lawan yang berat. ”Sebab, dia itu kan juara super bantam IBF. Namun, karena berat badannya naik, jadi ia akan bertarung di kelas bulu,” tuturnya.
Sebagai penguasa dunia kelas bantam versi IBF, tentu Caballero yang pada 21 Juni genap berusia 34 tahun memiliki pukulan yang keras.
”Agar mampu mengimbangi dia, saya telah melakukan berbagai persiapan mental dan fisik secara khusus,” tutur Daud yang sudah dua kali bermain di Amerika Serikat.
”Ada kebanggaan tersendiri bila saya mampu membawa pulang gelar WBA Interim ke Indonesia. Sebab, berarti sayalah petinju Indonesia pertama yang mampu meraih gelar juara di negara yang menjadi kiblatnya pertinjuan dunia,” kata Daud yang pada 10 Juni nanti berusia 23 tahun.
Jika dilihat dari rekor pertarungan, Caballero yang juga penyanyi reggae itu sudah bertarung sebanyak 34 kali, dengan kemenangan 32 kali, 22 di antaranya dengan menang
Sementara Daud Yordan yang kelahiran Ketapang, Kalimantan Barat, baru bertarung 26 kali. Ia menang 25 kali, 19 kali di antaranya dengan KO serta sekali berakhir dengan hasil imbang.
Rombongan Daud Yordan yang dalam pertarungan di Miami, Florida, nanti mendapat bayaran 50.000 dollar AS itu baru akan berangkat ke Negeri Paman Sam pada Senin (5/4) malam.
Tentu dengan waktu istirahat hanya tiga-empat hari, karena pada 10 April sudah harus bermain, menjadi sangat riskan. Ini sekalipun Daud Yordan sudah dua kali bertarung di Amerika Serikat, yaitu di Las Vegas dan California.
Berbeda dengan pertarungan kali ini, saat itu Daud Yordan yang sudah masuk manajemen Oscar de la Hoya sempat tinggal dan berlatih selama beberapa bulan di AS.