KALIANDA, KOMPAS.com - Perbaikan jalan lintas Sumatera yang amblas di Desa Hatta, Bakauheni, Lampung, ditargetkan bisa selesai sebelum Lebaran. Namun, kendala cuaca bisa mengubah target ini.
"Sebelum Lebaran, tepatnya H-7, diharapkan, ini (perbaikan) sudah bisa selesai," tutur Fajar Cahyono, pelaksana lapangan pengerjaan perbaikan jalinsum dari PT Syukro Balak, Rabu (7/4/2010) di Bakauheni. PT Syukri Balak ini adalah kontraktor pemenang tender perbaikan jalinsum.
Pengerjaan perbaikan dilakukan mulai 17 Maret lalu. Namun, sebulan terakhir ini, pengerjaan masih terfokus pada pembangunan jembatan darurat (bailey ) yang kini sudah mulai digunakan untuk perlintasan kendaraan berat macam truk.
Untuk pengerjaan yang pokok, yaitu perbaikan gorong-gorong, kini sebatas baru penggalian tanah. Gorong-gorong pengganti berdiameter lebih dari 1,5 meter masih berserakan di pinggir badan jalan dekat jembatan darurat.
Gorong-gorong lama yang pecah menjadi pemicu amblasnya badan jalan negara ini. Sementara, pecahnya gorong-gorong ini terjadi akibat dimakan usia ditambah gerusan air sungai tadah hujan dan beban berlebih pada permukaan jalan.
Menurut dia, lambatnya pengerjaan perbaikan jalan ini terutama disebabkan faktor cuaca. Kalau hujan, kami tidak bisa menggali. Kalau tetap dilakukan, itu namanya salah, ungkapnya. Seperti terlihat Rabu pagi ini, pekerja belum beraktivitas. Alasannya, cuaca mendung.
Sementara itu, jalan utama yang menghubungkan Bandar Lampung dan Pelabuhan Penyebarangan Bakauheni ini terlihat telah bsia dilewati tru k-truk besar. Sebab, telah dibangun jembatan darurat di atasnya. Namun, jembata ini hanya bisa dilewati kendaraan satu jalur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang