Kejuaraan Asia Bakal Jadi Uji Coba Para Pasangan Baru

Kompas.com - 08/04/2010, 20:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kejuaraan Asia yang berlangsung di New Delhi, India, 12-18 April nanti, akan menjadi ajang untuk menguji pasangan-pasangan baru setelah Pelatnas Cipayung melakukan bongkar pasang pada sektor ganda.

"Ganda putra dan putri yang dikirim mengikuti turnamen tersebut adalah pasangan-pasangan terbaik, sekaligus dilihat untuk persiapan Piala Thomas dan Uber," ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh.

Dengan demikian, katanya, peluang terbesar untuk meraih gelar juga ada pada sektor ganda.

Pada ganda putra, Mohammad Ahsan yang biasanya berpasangan dengan Bona Septano akan berduet dengan Yonatan Suryatama. Adapun Bona berpasangan dengan Rian Sukmawan yang biasanya menjadi gandengan Yonatan.

"Untuk penyegaran saja karena selama ini terjadi kejenuhan sehingga tidak ada peningkatan," ujar Rian mengomentari perombakan pasangan di ganda putra.

Rian yang bersama Yonatan mencapai final di Jepang Super Series tahun lalu mengaku tidak ada masalah jika ia dipasangkan dengan Bona. "Hanya masalah komunikasi saja yang masih kurang," katanya.

Sementara itu, dua ganda putri yang juga mengalami perombakan adalah Greysia Polii dipasangkan dengan Meiliana Jauhari dan Shendy Puspa Irawati dengan Nitya Krishinda. Mereka diharapkan dapat mencetak prestasi di India.

"Saya berharap, dua ganda itu minimal bisa mencapai semifinal. Tetapi saya lebih menekankan pada proses daripada hasil," ujar Asisten Pelatih Ganda Putri, Paulus Firman.

Pasangan Greysia/Meiliana yang sudah dicoba di All England bulan lalu berhasil mencapai babak perempat final. Pasangan ini antara lain berhasil mengalahkan pasangan nomor satu Malaysia, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui.

Adapun ganda putri pelapis, Anneke Feinya Agustin/Annisa Wahyuni, yang tahun lalu berhasil mengumpulkan dua gelar dengan menjuarai Vietnam Terbuka dan Selandia Baru Grand Prix diharapkan dapat meningkatkan prestasi mereka.

Fran/Pia batal

Pada ganda campuran, pasangan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah batal diberangkatkan ke India karena Pelatih Richard Mainaky memilih untuk mengirimkan pasangan-pasangan di bawah mereka.

"Fran/Pia tidak diberangkatkan karena keterbatasan jatah ganda campuran karena mereka lebih dipusatkan untuk mendampingi Nova Widianto/Liliyana Natsir di turnamen Super Series sehingga peluangnya lebih diberikan kepada pemain-pemain di bawah mereka," ujar Richard.

Pada turnamen berhadiah total 150.000 dollar AS itu, ganda campuran akan diwakili oleh Liliyana Natsir yang kali ini berduet dengan Devin Lahardi. Ada pula pasangan Greysia Polii/Tantowi Ahmad dan Muhammad Rijal/Debby Susanto.

"Devin adalah pemain yang kemampuannya komplet. Jika ia bisa mengimbangi permainan Liliyana, maka saya kira mereka bisa menjadi juara," kata Richard.

Pasangan yang menjadi unggulan kelima itu akan mengawali turnamen tersebut melawan pasangan tuan rumah Tarun Kona/Shruti Kurian. Jika menembus perempat final, maka mereka berpeluang bertemu unggulan kedua asal China, Tao Jiaming/Zhang Yawen, yang menjadi juara di Malaysia Super Series dan runner-up Korea Super Series.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau