Jorge Lorenzo Pesimistis

Kompas.com - 11/04/2010, 03:43 WIB

Losail, Jumat - Pebalap Fiat Yamaha, Jorge Lorenzo, pesimistis menjelang balapan GP Qatar pada Minggu (11/4) malam waktu setempat atau Senin dini hari WIB. Mengingat cedera tangannya belum sembuh, ia merasa hasil maksimal yang bisa direbutnya nanti hanya finis ketiga.

Padahal, Lorenzo mendulang hasil bagus dalam latihan GP Qatar. Ia menempati urutan kedua dalam latihan yang berlangsung pada Jumat lalu dan hanya kalah kencang dari pebalap Ducati, Casey Stoner.

Rekan satu tim Lorenzo, Valentino Rossi, menempati posisi ketiga dalam latihan. ”Saya tadi merasa capek saat berada di atas motor. Tangan saya masih belum sembuh betul dan kondisi fisik juga tidak sempurna,” kata Lorenzo yang mengikuti MotoGP sejak tahun 2008.

Beberapa bulan silam, Lorenzo terjatuh dari motor ketika menjalani latihan sendiri. Tangannya cedera sampai-sampai ia tak bisa mengikuti salah satu kesempatan uji coba pramusim. ”Kita lihat saja nanti. Kalau saya bisa ikut bertarung memperebutkan kemenangan, saya akan mencobanya,” ujar Lorenzo.

Di pengujung sesi latihan Jumat, Lorenzo terjatuh. Saat itu ia baru saja menghasilkan catatan waktu terbaik yang menempatkannya di posisi kedua latihan. ”Ah, itu bukan kecelakaan besar. Saya hanya meluncur di tanah. Tidak tahu kenapa bisa terjadi. Mungkin karena saya tadi menikung berlebihan,” katanya.

Lorenzo adalah juara dunia kelas 250 cc pada 2006 dan 2007. Saat pertama kali bergabung dengan Fiat Yamaha, ia disebut-sebut sebagai calon pengganti Rossi pada masa depan.

Sayangnya, rangkaian cedera sempat mengganggu kinerjanya selama ini, termasuk menjelang dimulainya musim ini. Pada tahun lalu, Lorenzo berada di posisi kedua klasemen akhir, sedangkan Rossi menjadi juara dunia.

Stoner lahap 17 lap

GP Qatar adalah seri pembuka dari 18 seri sepanjang 2010. Dalam kalender MotoGP, tidak ada balapan di bawah penerangan lampu selain GP Qatar.

Sesi latihan berlangsung dalam kondisi kering. Stoner, juara dunia MotoGP 2007, mencetak waktu lap terbaik 1 menit 55,500 detik. Sebanyak 17 lap dijalaninya dan waktu lap terbaik itu dihasilkan di lap kesembilan.

Lorenzo berada di posisi kedua dengan waktu lap terbaik 1 menit 56,026 detik, lebih lambat 0,526 detik ketimbang Stoner. Sebanyak 20 lap dilakoninya dalam latihan yang berdurasi satu jam itu. Ia baru bisa mencetak waktu lap terbaiknya di lap ke-20.

Rossi harus puas berada di posisi ketiga. Ia memiliki problem dengan daya cengkeram ban. ”Saya terlalu sering tergelincir dan tidak memiliki daya cengkeram yang memadai. Kalau saya memacu motor lebih kencang, motor terasa kehilangan daya cengkeram. Kami perlu melakukan modifikasi,” ujar Rossi.

Ia menceritakan, persoalan tidak hanya terletak pada daya cengkeram (traksi) ban, tetapi juga keseimbangan motor. ”Setiap saya menambah kecepatan, ban slip berlebihan. Celakanya, tidak hanya terletak pada traksi. Saya juga tidak bisa mempertahankan racing line karena motor tergelincir ke samping,” kata Rossi dikutip autosport.com.

Meski berada dalam satu tim, Rossi dan Lorenzo memakai manajemen berbeda. Rossi tidak mau data yang diperolehnya selama latihan dimanfaatkan oleh Lorenzo. Kedua pebalap ini memang terlibat persaingan sengit.

Hingga berita ini ditulis, sesi latihan kedua pada Sabtu malam belum digelar. Kualifikasi diadakan pada Minggu dini hari. GP Qatar berlangsung Senin pukul 03.00 dini hari. (ato)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau