Setrum Anas Urbaningrum dari Miangas sampai Rote

Kompas.com - 11/04/2010, 15:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, hingga saat ini dirinya belum menghitung jumlah dukungan daerah baik DPC dan DPD yang diperolehnya ketika berlaga di ajang perebutan kursi "Demokrat 1" nanti.

"Namun, yang kami rasakan, arus dukungan atau 'setrum' di daerah itu makin kuat dan merata. 'Setrumnya' makin terasa, sekaligus terdistribusi merata dari Sabang ke Merauke, dari Miangas sampai Rote," ujar Anas pada jumpa pers, Minggu (11/4/2010) di Jakarta.

Hal inilah yang dijadikan Anas, yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, sebagai modal baginya untuk melenggang ke arena pertarungan kursi ketua umum Partai Demokrat. Seperti diwartakan, sebelum memutuskan maju, mantan anggota Komisi Pemilihan Umum itu telah melakukan silaturahmi dengan pimpinan DPC dan DPD PD.

Tidak ada dikotomi tua dan muda

Terkait regenerasi partai, Anas meminta jangan ada dikotomi kader muda dan tua. Soal perekrutan kader muda, Anas hanya memandangnya sebagai cara agar partai politik tetap bertumbuh dan berkembang. Regenerasi adalah hal yang alamiah bagi perjalanan partai politik.

"Partai harus mendayagunakan seluruh potensi kader secara optimal. Tentu tidak perlu ada dikotomi kader tua dan muda. Semua kader partai harus berperan optimal sesuai pengalaman, kapasitas, kompetensi, dan posisinya di partai. Partai harus mampu meramu potensi kader dalam berbagai tipologi," imbuhnya.

Tantangan partai politik di masa mendatang, kata Anas, adalah bahaya sikap pragmatisme politik. "Itu realitas yang dihadapi seluruh partai. Karena itu partai harus memiliki karakter dan jatidiri. Sebagai partai yang masih muda, budaya ini harus terus dibangun," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau