Ibu-ibu PKK Jenguk Susno, Mer-C Siagakan Ambulans

Kompas.com - 12/04/2010, 22:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dukungan terhadap mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji yang ditangkap pada Senin (12/4/2010) sore ini terus mengalir, di antaranya, dari seorang ibu PKK yang mengaku pendukung Susno Duadji dan Mer-C.

Ibu yang mengaku bernama Yulia SS itu datang ke Gedung Pusat Provos Mabes Polri, tempat pemeriksaan Susno, untuk memberikan dukungan kepada Susno. "Saya ke sini enggak bawa massa. Saya murni mendukung perjuangan Pak Susno. Orang seperti beliau harus dibela," ujar ibu berjilbab yang mengaku dari Pondok Indah ini.

Dirinya juga mengatakan, meski ditangkap, dirinya yakin nama Susno akan tetap baik di mata masyarakat. "Seharusnya dia jangan ditangkap, dia kan mau membersihkan negeri ini. Itu bisa menjadi bumerang bagi institusi Polri, seharusnya Polri bersikap tegas untuk bongkar masalah ini. Kalau Susno pakai baju tugas kemudian kena kode etik, ya karena dia masih merasa sebagai polisi," ujarnya.

Selain ibu PKK, dukungan juga datang dari Mer-C. Menurut Azis, yang merupakan anggota Mer-C, Mer-C datang bersama satu dokter, satu perawat, satu ambulans, serta alat-alat medis.

"Itu memang komitmen kita dari awal, kita back up masalah kesehatan beliau. Kalau-kalau kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun. Itu saja," ujar Azis yang juga meyakini orang seperti Susno seharusnya tidak ditangkap, tetapi dilindungi. (Tribunnews.com/Vanroy Pakpahan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau