TANGERANG, KOMPAS.com — Untuk merespons tuntutan pengunjuk rasa warga Bantaran Sungai Cisadane yang sebagian besar warga keturunan China atau biasa disebut China Benteng, Camat Neglasari, Habibullah, menyatakan bahwa pembongkaran yang dilakukan hari Selasa (13/4/2010) ini hanya untuk pabrik dan kandang babi. Sedangkan untuk penertiban permukiman warga, Habibullah menyatakan ditangguhkan guna bermusyawarah lebih lanjut.
Pernyataan tertulis yang ditandatangani Habibullah lengkap dengan stempelnya itu dibacakan oleh koordinator unjuk rasa, Edi, kepada para pengunjuk rasa.
Meski demikian, "Warga akan tetap bertahan sampai ada kejelasan dari pemerintah mengenai masalah ini," ujar Edi saat berada di lokasi unjuk rasa.
Aparat Satpol PP dan kepolisian memang batal membongkar rumah warga, melainkan berkonsentrasi ke beberapa pabrik yang ada di lingkungan warga China Benteng.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Tangerang bermaksud untuk menertibkan bangunan liar (bangli) yang ada di pinggir Sungai Cisadane. Komunitas China Benteng menjadi salah satu lokasi yang harus tergusur. Hal ini menimbulkan perlawanan dari warga China Benteng yang telah turun-temurun bermukim di sana semenjak tahun 1830.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang