NEW YORK, KOMPAS.com — Penulis biografi kaum pesohor, Kitty Kelley, mengatakan, pembawa acara terkenal Oprah Winfrey telah menumpahkan banyak energinya untuk karier. Alhasil, perempuan paling berpengaruh di dunia pada bidang media dan bisnis itu tidak punya waktu untuk kehidupan pribadinya. Kelley lalu menyebut Oprah aseksual.
Karya baru Kelley berjudul Oprah: A Biography, membanjiri toko buku-toko buku di AS, Selasa ini, dan telah mengecewakan para pengamat media yang selama ini berharap bisa mengakhiri spekulasi apakah Winfrey seorang lesbian dan menjawab pertanyaan mengenai hubungan Oprah dengan tunangannya, Stedman Graham, serta dengan karibnya, Gayle King, editor O, the Oprah Magazine.
Namun, setelah melakukan tak kurang dari 850 wawancara, Kelley, yang pernah menulis keluarga Bush, Frank Sinatra, dan Nancy Reagan, menyimpulkan bahwa Oprah yang bertunangan dengan Graham sejak 1992 sebenarnya tidak tertarik kepada siapa pun.
"Dia berusia 56 tahun, dia hampir bisa digambarkan 'aseksual' karena dia menarik semua energi seksualnya untuk kerja, karier, dan membangun imperium, sementara keuntungan keuangan yang dia peroleh amat lebih dari cukup untuk menopangnya," kata Kelley kepada Reuters.
Oprah menolak diwawancarai berkenaan dengan buku yang ditulis Kelley itu. Penegasan tersebut disampaikan juru bicaranya, Angela DePaul, yang mengatakan bahwa pengasuh acara bincang-bincang itu tidak mau mengomentari buku itu atau apa pun yang disebutkan Kelly.
Di masa lalu, Oprah berulang kali membantah hubungan lesbiannya dengan sang karib, Gayle King.
Kini, Oprah: A Biography menjadi salah satu buku paling ditunggu di AS, khususnya karena keberhasilan Kelly menjual jutaan cerita gosip.
Crown Publishing Group yang dikuasai pemilik Random House, Bertelsmann, telah mencetak buku itu sebanyak 550.000 untuk edisi perdananya saja.
Namun, reaksi publik beraneka, di mana sejumlah kritik menyebut Oprah: A Biography tidak cukup mengungkapkan informasi baru mengenai Oprah Winfrey atau kehidupan pribadinya.
"Para pemuja Oprah sangat mungkin terlalu loyal untuk menikmati roman picisannya Nona Kelly ini," demikian The New York Times, Senin, yang kemudian menyampaikan kalimat merujuk Stedman Graham dan Gayle King: "Tanpa informasi yang baru, dia berlindung di balik kolom-kolom gosip murahan yang menyebut dia lesbian."
Tak puas-puasnya
Oprah menjadi pembawa pengaruh kebudayaan terbesar di Amerika Serikat setelah selama 25 tahun mengubah acara asuhannya The Oprah Winfrey Show menjadi mesin uang dan mengalirkan kekayaan senilai 2,3 miliar dolar AS (Rp 21,1 triliun) seperti pernah disebut majalah Forbes.
Biografi setebal 525 halaman itu mendedah kisah hidup Oprah yang besar di pedesaan di Mississippi, termasuk melahirkan bayi di usia 15 tahun.
Kelley, yang mengaku tak pernah berhasil dikalahkan karena tuduhan menyampaikan informasi salah dan menulis mengenai aspek-aspek tokoh publik yang tidak pernah disentuh para pewarta berita, menyebut ciri terbesar Oprah adalah ambisinya yang besar.
"Oprah memiliki dorongan yang kuat sekali, sungguh sebuah dorongan yang tidak puas-puasnya. Dia tak pernah berhenti bekerja, sedangkan karier dan imperium bisnisnya adalah prioritas utama hidupnya," kata Kelly.
Bertolak belakang dengan penampilannya sebagai wanita yang hangat, memesona, tak membeda-bedakan, dan spontan ketika tampil di acara bincang-bincangnya, di balik panggung justru dia menceritakan kisah lain dari kepribadian seorang Oprah Winfrey.
"Di luar sorotan kamera, dia sangat pendiam, sangat amat penyendiri, dia bisa sedingin es, dia adalah seorang perempuan pengusaha yang ahli, dan dia kini melihat dirinya benar-benar sebuah merek," kata Kelley. "Dan itulah perbedaan ketika melihatnya sebagai orang biasa atau bahkan sebagai seorang pesohor."
Karena begitu berpengaruhnya Oprah, Kelly, yang mengatakan menerima ancaman pembunuhan setelah menulis biografi Nancy Reagan, mengaku sulit menemukan penerbit untuk bukunya itu karena para penerbit begitu tergantung kepada Oprah. (EH/ANT)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang