JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, menyayangkan bentrok fisik antara petugas Satpol PP dengan warga, saat akan menertibkan gapura dan pendopo makam Mbah Priok, Rabu (14/4). DPRD juga menyayangkan adanya insiden yang mengakibatkan seratusan orang dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka dalam bentrokan tersebut.
“Hal ini terjadi karena tidak adanya dialog yang benar antara kedua belah pihak, sehingga terjadi kekerasan yang seharusnya tidak terjadi,” kata Triwisaksana, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga menjabat Koordinator Komisi A DPRD DKI, Rabu (14/4).
Wakil rakyat dari Fraksi PKS ini tidak menyalahkan kedua belah pihak, karena masing-masing pasti punya alasan yang jelas. Karena itu, untuk mendapatkan kebenaran yang pasti dan akurat, usai melakukan rapat pimpinan, seluruh pimpinan komisi, ketua dan wakil ketua DPRD DKI memutuskan akan menggelar rapat khusus.
Wakil Ketua DPRD DKI, Inggard Joshua, menambahkan, ke depannya Satpol PP perlu mengedepankan upaya persuasif dan preventif dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Paling tidak dilakukan sosialisasi kepada warga. “Kita tidak menginginkan aparat kita selalu terlibat bentrok,” katanya.
Rencananya mulai Kamis (15/4) besok, dewan memanggil pihak-pihak terkait dalam peristiwa tersebut. Diharapkan, dewan bersama eksekutif bisa mengambil solusi yang terbaik bagi semua pihak. Dewan juga meminta Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk menyelidiki dugaan telah terjadinya pelanggaran HAM dalam kasus tersebut. Sebab ia sangat prihatin atas jatuhnya korban dari pihak Satpol PP dan warga.
Terkait hal tersebut, Ketua DPRD DKI Jakarta, Ferrial Sofyan menyatakan akan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan insiden ini. Tujuannya untuk mengetahui akar permasalahan yang ada. Yaitu apakah eksekusi bangunan liar tersebut sudah sesuai prosedur atau dikarenakan kurang sosialisasi terhadap warga tentang maksud tujuan penertiban bangunan liar.
"Apapun pemicunya, kita harus tahu persis permasalahannya dan ini perlu ditelusuri untuk memperjelas masalah. Jadi saya tidak menyalahkan Pemprov, dalam hal ini Satpol PP dan tidak juga menyalahkan warga," kata Ferrial Sofyan. Kendati demikian, Ferrial menyesalkan terjadinya kerusuhan ini dan meminta agar seluruh pasukan pengamanan baik dari Satpol PP DKI dan Polisi ditarik dari lapangan untuk menghindari kerusuhan semakin meluas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang