JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak keluarga mengaku ikhlas melepas kepergian Ahmad Tajudin, yang tewas saat bentrok antara warga dan satpol PP di kawasan Kompleks makam Mbah Priok, Jakarta Utara.
Sebelum kepergian Tajudin, keluarga sempat mendapat firasat. Dua minggu yang lalu, Siti Robiah, kakak kelima Tajudin sempat memimpikan paman korban, Kyai Haji Abdulloh Amin yang telah meninggal 40 hari lalu.
"Dua minggu yang lalu kakak Tajudin diimpikan oleh encangnya yang baru meninggal 40 hari lalu. Di mimpi itu encangnya pakai sorban dan bawa bendera kuning Ditancepin di depan rumah ini. Sebab mimpi itu, mungkin inilah," kata Kakak ketiga, Siti Julaeha saat ditemui di rumah korban, jalan HH, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (15/4/2010).
Firasat akan kepergian Tajudin juga dialami Haji Mahmud, ayah Tajudin lewat mimpi yang berbeda. Menurut Julaeha, tiga hari sebelum kejadian, Mahmud mimpi bertemu dengan habib Habib Hasan bin Muhammad Al Hadad atau Mbah Priok yang melambai-lambai dan mengajak Tajudin.
"Bapak saya mimpi juga, diimpiin Tajudin dan Habib. Habib melambai-lambai tangan ngajak tajudin. Kalau diambil kesimpulan, ya mungkin dia meninggalnya sujud di makam Habib juga," ceritanya.
Tajudin adalah anak kesebelas dari 13 bersaudara, dari pasangan Haji Mahmud dan Hj Halifah. Di mata Julaeha, Tajudin merupakan anak yang bertanggungjawab, sholeh, dan baik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang