JAKARTA, KOMPAS.com — Israel Jaya (27), anggota Satpol PP yang meninggal dunia akibat bentrokan fisik dengan massa di Makam Mbah Priuk kemarin akan dimakamkan pada Jumat (16/4/2010) di TPU Pondokkelapa, Jakarta Timur.
Sebelum mengembuskan napas terakhir, Israel Jaya yang menderita luka parah saat bentrokan sempat dirawat di RSUD Koja dan akhirnya dirujuk ke RSUD Tarakan. Namun, nyawa Israel Jaya tidak bisa diselamatkan. Ia mengembuskan napas terakhir di RSUD Tarakan, Kamis ini sekitar pukul 05.00. Dari RS Tarakan, jenazah dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi.
Kepergian Israel Jaya yang telah mengabdi selama lima tahun sebagai anggota Satpol PP meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Paman korban, Fyrman Pangaribuan, yang sempat melihat kondisi korban di RS Tarakan, mengatakan bahwa Israel Jaya mengalami luka parah di bagian kepala akibat pukulan senjata tajam. "Korban menderita luka serius di bagian kepala, sepertinya terkena pukulan benda keras dan senjata tajam. Sedangkan badannya hanya mengalami luka memar," katanya, Kamis.
Meski dalam keadaan sedih yang mendalam, Fyrman mengatakan sangat berterima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta atas bantuan yang diberikan kepada keponakannya itu selama berada di rumah sakit.
"Tentunya kami sekeluarga sangat sedih dengan meninggalnya Israel Jaya saat melakukan tugas. Tapi tentunya saya sangat berterima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta yang telah mengurus segala-galanya sampai jenazah Israel Jaya ini sampai ke rumah," ungkapnya.
Hingga pukul 15.30, keluarga besar dan kerabat masih menunggu jenazah korban di kediamannya di RT 02/RW 04, Jatibening, Bekasi, Jawa Barat.