Anggota Satpol PP Israel Jaya Dimakamkan Jumat Besok

Kompas.com - 15/04/2010, 16:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Israel Jaya (27), anggota Satpol PP yang meninggal dunia akibat bentrokan fisik dengan massa di Makam Mbah Priuk kemarin akan dimakamkan pada Jumat (16/4/2010) di TPU Pondokkelapa, Jakarta Timur.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, Israel Jaya yang menderita luka parah saat bentrokan sempat dirawat di RSUD Koja dan akhirnya dirujuk ke RSUD Tarakan. Namun, nyawa Israel Jaya tidak bisa diselamatkan. Ia mengembuskan napas terakhir di RSUD Tarakan, Kamis ini sekitar pukul 05.00. Dari RS Tarakan, jenazah dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi.

Kepergian Israel Jaya yang telah mengabdi selama lima tahun sebagai anggota Satpol PP meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Paman korban, Fyrman Pangaribuan, yang sempat melihat kondisi korban di RS Tarakan, mengatakan bahwa Israel Jaya mengalami luka parah di bagian kepala akibat pukulan senjata tajam. "Korban menderita luka serius di bagian kepala, sepertinya terkena pukulan benda keras dan senjata tajam. Sedangkan badannya hanya mengalami luka memar," katanya, Kamis.

Meski dalam keadaan sedih yang mendalam, Fyrman mengatakan sangat berterima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta atas bantuan yang diberikan kepada keponakannya itu selama berada di rumah sakit.

"Tentunya kami sekeluarga sangat sedih dengan meninggalnya Israel Jaya saat melakukan tugas. Tapi tentunya saya sangat berterima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta yang telah mengurus segala-galanya sampai jenazah Israel Jaya ini sampai ke rumah," ungkapnya.

Hingga pukul 15.30, keluarga besar dan kerabat masih menunggu jenazah korban di kediamannya di RT 02/RW 04, Jatibening, Bekasi, Jawa Barat. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau