Plagiarisme

Rektor ITB: Perlu Perbanyak Pendekatan Komunikatif

Kompas.com - 16/04/2010, 14:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendekatan-pendekatan komunikatif di antara para akademisi akan menjadi langkah Institut Teknologi Bandung (ITB) ke depan sebagai pelajaran dari kasus plagiat yang dilakukan oleh MZ.

Rektor ITB Prof Akhmaloka mengatakan, kasus plagiat yang dilakukan oleh MZ, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi pelajaran bagi ITB agar tidak lagi "kecolongan" dalam meloloskan karya-karya ilmiah mahasiswanya.

"Kami akui pembimbingnya lalai atau malah dibohongi, karena dalam hal ini tugas MZ sebagai mahasiswa S-3 itu seharusnya memang dikoreksi oleh pembinanya, cuma mereka sebagai pembina tidak tahu kalau makalah itu sudah diterbitkan orang lain. Mereka kecolongan, tidak komunikatif," ujar Akhmaloka kepada Kompas.com di Jakarta, (16/5/2010).

Akhmaloka menambahkan, pihaknya akan semakin aware, sehingga ke depan semua profil akademis dosen dan calon dosen harus dilihat lagi dengan seksama. Hal itu akan dilakukan ITB melaui program-program pendekatan ilmiah terhadap para akademisinya, termasuk mahasiswa.

"Terutama menekankan soal etika berkomunikasi secara ilmiah dan menulis artikel ilmiah. Program semacam share ini kerap kami lakukan di awal tahun, tetapi dengan kasus ini akan dilakukan lebih sering lagi, mungkin tiga bulan sekali," ujar Akhmaloka.

Sementara lewat pendekatan lebih teknis, kata Akhmaloka, ITB sedang mencarikan software khusus sebagai alat pendeteksi plagiasi di kalangan akademisinya.

"Kita sedang mencari software yang katakanlah harganya murah dan yang bisa open source, sebab yang ada sekarang ini mahal, kalau tidak salah harganya Rp 350 juta," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya di Kompas.com, ITB akhirnya mengakui kasus plagiat yang dilakukan leh MZ, mahasiswa program studi doktor dari Sekolah Tinggi Elektronika dan Informatika, yang dilakukannya saat mengikuti the 2008 Institute of Electrical and Electronics Engineers Conference on Cybernetics and Intelligent Systems di Chengdu, Cina. ITB baru mengetahui
hal tersebut setelah MZ meraih gelar Doktor akhir 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau