JAKARTA, KOMPAS.com — DPRD DKI Jakarta mengharapkan Gubernur Fauzi Bowo memenuhi undangan untuk menghadiri Rapat Paripurna Istimewa. Rencananya, rapat dijadwalkan siang ini dengan agenda interpelasi.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD DKI Tri Wisaksana, Jumat (16/4/2010). Dia mengatakan, Dewan akan meminta keterangan Gubernur mengenai Insiden Tanjung Priok. Dalam peristiwa berdarah itu menewaskan tiga orang anggota Satpol PP dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.
"Kami masih menunggu kehadiran Gubernur, hingga saat ini belum ada konfirmasi. Tapi, kami perlu kejelasan dan penjelasan tentang situasi pada kerusuhan tersebut," ujar politisi PKS ini sebelum rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Dikatakan Tri, peristiwa tersebut memilukan dan menyisakan tanda tanya besar. "Persoalannya kan sederhana, sengketa tanah tapi kenapa jadi seperti ini? Kenapa harus mengerahkan ribuan Satpol PP? Inilah yang harus diklarifikasi Gubernur agar tak terjadi di kemudian hari," kata dia.
DPRD baru akan menentukan sikapnya setelah mendengar keterangan Gubernur. Hal-hal yang akan menjadi pertimbangan adalah apakah aparat di lapangan sudah melaksanakan perintah Gubernur dengan benar atau belum. Namun, pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut, menurutnya, tidak sampai di Gubernur.
Mengenai adanya tuntutan pencopotan Kepala Satpol PP Harianto Badjoeri, Tri mengatakan, wacana tersebut juga berkembang di Dewan.
"Tapi, kami lihat dulu hasil rapat paripurna hari ini," ujarnya.
Rapat yang dijadwalkan pukul 14.00 WIB belum dimulai hingga berita ini diturunkan pukul 14.40 WIB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang