DPRD: Gubernur Harus Jelaskan Insiden Priok

Kompas.com - 16/04/2010, 15:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — DPRD DKI Jakarta mengharapkan Gubernur Fauzi Bowo memenuhi undangan untuk menghadiri Rapat Paripurna Istimewa. Rencananya, rapat dijadwalkan siang ini dengan agenda interpelasi.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD DKI Tri Wisaksana, Jumat (16/4/2010). Dia mengatakan, Dewan akan meminta keterangan Gubernur mengenai Insiden Tanjung Priok. Dalam peristiwa berdarah itu menewaskan tiga orang anggota Satpol PP dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.

"Kami masih menunggu kehadiran Gubernur, hingga saat ini belum ada konfirmasi. Tapi, kami perlu kejelasan dan penjelasan tentang situasi pada kerusuhan tersebut," ujar politisi PKS ini sebelum rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Dikatakan Tri, peristiwa tersebut memilukan dan menyisakan tanda tanya besar. "Persoalannya kan sederhana, sengketa tanah tapi kenapa jadi seperti ini? Kenapa harus mengerahkan ribuan Satpol PP? Inilah yang harus diklarifikasi Gubernur agar tak terjadi di kemudian hari," kata dia.

DPRD baru akan menentukan sikapnya setelah mendengar keterangan Gubernur. Hal-hal yang akan menjadi pertimbangan adalah apakah aparat di lapangan sudah melaksanakan perintah Gubernur dengan benar atau belum. Namun, pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut, menurutnya, tidak sampai di Gubernur.

Mengenai adanya tuntutan pencopotan Kepala Satpol PP Harianto Badjoeri, Tri mengatakan, wacana tersebut juga berkembang di Dewan.

"Tapi, kami lihat dulu hasil rapat paripurna hari ini," ujarnya.

Rapat yang dijadwalkan pukul 14.00 WIB belum dimulai hingga berita ini diturunkan pukul 14.40 WIB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau