Dua Fraksi Wacanakan Angket Kerusuhan Koja

Kompas.com - 16/04/2010, 18:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua anggota DPRD DKI Jakarta asal Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Fraksi Demokrat, mewacanakan perlunya peningkatan hak interpelasi ke hak angket untuk mengusut tuntas insiden Tanjung Priuk.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan, William Yani mengatakan, insiden Tanjung Priuk merupakan peristiwa serius yang harus diusut tuntas. Penggunaan hak interpelasi dinilainya hanya akan berhenti hingga jawaban Gubernur.

"Kalau hak interpelasi kan kita hanya mendengar keterangan Gubernur, kemudian kita bertanya dan mendapat jawaban. Kami pikir tidak menyelesaikan masalah. Oleh karena itu kami mengusulkan perlunya ditingkatkan menjadi hak angket," kata William saat mengajukan pertanyaan kepada Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, pada Rapat Paripurna Istimewa, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (16/4/2010) petang.

Dengan menggulirkan hak angket, ia mengatakan, Dewan akan mempunyai kewenangan yang lebih luas untuk melakukan penyelidikan atas kerusuhan yang menewaskan tiga orang dan ratusan orang lainnya luka-luka tersebut.

Usulan ini juga diamini oleh Fraksi Partai Demokrat. Sikap DPRD terkait insiden Tanjung Priuk akan ditentukan setelah mendengarkan keterangan dan jawaban menyeluruh dari Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.

DPRD sebelumnya juga sudah membentuk Tim Pencari Fakta yang akan menyelidiki peristiwa Tanjung Priuk. Rapat sendiri diskors hingga pukul 18.30 untuk memberikan kesempatan pada Gubernur mempersiapkan jawaban atas pertanyaan anggota Dewan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau