Jupe: Masyarakat Indonesia Ingin Bukti

Kompas.com - 18/04/2010, 03:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Artis seksi Julia Perez atau akrab disapa Jupe mengesampingkan kelebihan-kelebihan yang biasa dipakai calon-calon kepala daerah sebagai "senjata" untuk berjuang memenangi persaingan.

Mengenai pencalonannya menjadi bupati Pacitan, Jupe mengatakan, "Saya rasa masalah pengalaman, politik, kepintaran itu mungkin bisa dikesampingkan sekarang ini. Masyarakat menginginkan seorang pemimpin yang bisa merasakan apa yang mereka inginkan, yang berjuang bagi mereka," ucap dia di Hotel Sultan, Sabtu (17/4/2010).

Pemilik nama asli Yuli Rahmawati itu mengaku tidak akan banyak memberikan janji kepada masyarakat Pacitan selama kampanye jika lolos menjadi calon Bupati Pacitan nantinya.

"Masyarakat Indonesia sudah pintar. Mereka tidak mau hanya diberi janji-janji. Mereka menginginkan bukti. Mereka menginginkan seorang pemimpin yang bisa merasakan mereka," ujarnya lagi.

Mengenai beredarnya foto-foto syur dirinya di internet dan foto syur di poster yang beredar di Pacitan, Jupe menanggapi dengan santai.

"Biar orang yang membuat mendapat pahala. Bukan wewenang saya untuk mendiskriminasikan seseorang. Biarlah mereka melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Saya terus maju, saya tetap berjuang menurut hukum," kata Jupe.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau