Bagus! KPK Berani Panggil Boediono-Sri

Kompas.com - 19/04/2010, 19:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi III DPR memuji keberanian KPK yang berencana memanggil Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Presiden Boediono.

Keduanya adalah bekas pejabat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dianggap paling bertanggung jawab atas dana talangan negara Rp 6,7 triliun buat Bank Century, bank yang partikelir dan kecil.

Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo, mengaku tidak menyangka karena awalnya penanganan KPK terhadap kasus Bank Century berjalan sangat lambat. "Kami cukup puas. Yang awalnya kami kira lambat ternyata memang perlu waktu. Kami memberi apresiasi atas pemanggilan ini," kata Bambang Soesatyo kepada wartawan di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (19/4/2010). 

Sebelumnya, sejak siang tadi, Bambang bersama sejumlah anggota Komisi III DPR menemui pimpinan KPK guna menanyakan perkembangan penyelidikan KPK terkait skandal bailout Bank Century. 

Lebih lanjut, terkait dengan pemeriksaan yang dijadwalkan pada pekan depan ini, Bambang berharap KPK melakukan hal itu secara independen dan terhindar dari intervensi pihak-pihak mana pun. "Kami berharap pemeriksaan berjalan independen tanpa intervensi," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau