Uji coba piala thomas dan uber

Simulasi Belum Tentukan Susunan Pemain

Kompas.com - 20/04/2010, 17:51 WIB

SOLO, Kompas.com - Pertandingan uji coba Piala Thomas dan Piala Uber di Solo, 24-25 April  belum membentuk atau menentukan a atlet yang akan ikut ke   Malaysia.

Sejumlah atlet bulu tangkis nasional yang tergabung tim Piala Thomas dan Uber akan melakukan pertandingan uji coba di GOR Sritex Arena Solo, pada 24-25 April 2010.

Ketua panitia penyelenggaran pertandingan uji coba Tim Thomas dan Uber, Susanto, di Solo, Selasa menjelaskan, pertandingan uji coba bulutangkis tersebut sebagai pemanasan tim Thomas dan Uber sebelum berlaga di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur Malaysia, pada 9-16 Mei 2010.

Menurut Susanto, pertandingan tersebut selain sebagai laga pemanasan pebulutangkis nasional, juga dalam rangka mengembalikan kejayaan dan pemasalan bulutangkis di Indonesia.

Mengapa dipilih Kota Solo sebagai pertandingan uji coba, kata dia, "Kota Bengawan" ini masyarakatnya sangat antusias terhadap perkembangan olahraga terutama bulutangkis. Sehingga, lanjut dia, dengan adanya pertandingan pemanasan tersebut dapat diharapkan menjadi penyemangat para pemain yang akan maju Piala Thomas dan Uber, yang akan berlangsung di Malaysia.
    
Selain itu, kata dia, datangnya tim Thomas dan Uber melakukan uji coba tersebut juga dapat memacu para pemain pemula di Kota Solo untuk meningkatkan prestasinya di tingkat nasional maupun internasional.
    
Wakil Ketua panitia penyelenggara, Broto Happy  menjelaskan, dalam uji coba tersebut akan dipertandingkan atlet Pelatnas melawan non pelatnas.
             
Atlet pelatnas yang akan berlaga antara lain, Sony Dwi kuncoro, Simon Santoso, Hayom Rumbaka (Tunggal), sedangkan pemain ganda yakni, M.Ahsan/Nova Widianto dan Bona Septano/Rian Sukmawan (ganda).

Atlet non pelatnas antara lain, Taufik Hidayat, Fauzi Adnan, Andre Kurniawan (tunggal), sedangkan pemain ganda yakni Maskis kido/Hendra Setiawan dan Alvent Yulianto/ Hendra AG. "Pemain Pelatnas dalam uji coba itu akan bertanding dengan non pelatnas," kata Broto yang merupakan wartawan bulu tangkis paling berpengalaman di tabloid BOLA.
    
Sementara pertandingan antara pebulu tangkis putri Tim Garuda yang akan turun berlaga tunggal antara lain Adriyanti Firdasari, Linda Fenny Fanetri, Aprilla Yuswandari, sedangkan ganda putri yakni Anneke Feinya/Annisa Wahyuni dan Grecia Polii/ Meliana Djauhari.

Lawannya tim Rajawali untuk tunggal putri antara lain Maria Febe, Rennna Soewarno, Maria Kristin, sedangkan ganda putrinya yakni Lilyana Natsir/Sendy Puspa dan Nitya Krishinda/ Suci Rizky Andini.

Pertandingan uji coba di Solo tersebut, kata Broto, belum membentuk atau menentukan siapa para atlet yang akan maju ke Piala Thomas dan Uber di Malaysia. Namun, lanjut dia, pertandingan uji coba ini diharapkan dapat memotivasi para pebulutangkis nasional yang akan berlaga di Malaysia, untuk merebut Piala Thomas dan Uber kembali ke Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau